KAI Bakal Tambah Kapasitas Listrik KRL Green Line, Dikerjakan Mulai 2027

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menargetkan penambahan kapasitas listrik untuk KRL lintas Rangkasbitung-Tanah Abang atau Green Line mulai dikerjakan pada 2027. Langkah ini disiapkan untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan KRL menggunakan rangkaian 12 kereta (stamformasi 12/ SF12) seiring pertumbuhan jumlah penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan berdasarkan kontribusi volume penumpang KRL yang dilayani KAI, Bogor Line masih menjadi yang terbesar dengan porsi 43,9 persen. Namun, kontribusinya telah menurun seiring dengan adanya pertumbuhan Cikarang, Bekasi, termasuk Rangkasbitung.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang khususnya di Green Line, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub tengah menyiapkan penambahan kapasitas listrik. Infrastruktur kelistrikan tersebut perlu ditingkatkan agar lintas Rangkasbitung nantinya mampu melayani rangkaian SF12.
“Green Line ini sangat perlu untuk peningkatan yang namanya prasarana. Saat ini yang sedang disiapkan oleh KAI dan DJKA adalah menambah kapasitas listrik. Supaya Rangkasbitung ini bisa melayani stafformasi 12,” kata Anne saat Jumpa Pers KAI di Stasiun BNI City, Jumat (4/9).
Untuk proyek peningkatan kapasitas listrik tersebut KAI telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT PLN (Persero). KAI juga berkoordinasi dengan DJKA untuk mendorong implementasi penambahan kapasitas prasarana tersebut.
Sementara itu, untuk pekerjaan fisik peningkatan kapasitas listrik ditargetkan mulai dilakukan pada 2027. “Kami targetkan di 2027 ini sudah mulai dikerjakan karena ini akhir tahun sedang menyiapkan pendanaan dan yang lainnya,” jelasnya.
Selain prasarana, KAI juga menyiapkan penambahan armada KRL baru untuk mendukung peningkatan kapasitas KRL Jabodetabek, khususnya Green Line. Terdapai total 36 trainset yang disiapkan secara bertahap untuk dan mengganti rangkaian lama.
Anne merincikan sebanyak 18 trainset baru telah tersedia, terdiri dari 11 trainset dari China dan 7 trainset dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
“Selanjutnya, sebanyak 9 trainset masih dalam proses persiapan dan ditargetkan beroperasi secara bertahap hingga 2027. KAI juga masih memiliki 8 trainset yang dalam tahap pengadaan melalui INKA,” ujar Anne.
Menurutnya, peningkatan kapasitas layanan KRL tidak hanya dilakukan dengan memperpendek headway atau jarak waktu antar perjalanan. Kapasitas juga dapat ditambah dengan meningkatkan jumlah kereta dalam satu rangkaian, sehingga semakin banyak penumpang yang dapat diangkut dalam satu perjalanan.
“Yang bisa meningkatkan kapasitas itu bukan hanya headway ya, tetapi juga kapasitas sekali angkut dari trainsetnya yang sudah kita modifikasi dari 4 kereta menjadi 8, 8 menjadi 10, sekarang investasi kita semuanya 12,” ujar Anne.
