Kumparan Logo

LRT Jabodebek Sudah Layani Lebih dari 75 Juta Penumpang Sejak 2023

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menaiki moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek), Senin (28/8/2023) sore.
 Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga menaiki moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek), Senin (28/8/2023) sore. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Memasuki usia tiga tahun sejak peluncuran perdananya pada 28 Agustus 2023, LRT Jabodebek tercatat telah mengangkut sebanyak 75.937.674 penumpang hingga 27 Agustus 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan lonjakan jumlah penumpang ini menunjukkan makin krusialnya peran moda transportasi rel bagi pergerakan masyarakat harian.

“Selama tiga tahun, LRT Jabodebek telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat. Setiap perjalanan yang dilayani membawa aktivitas masyarakat, mulai dari bekerja, pendidikan, hingga berbagai kegiatan lainnya,” ujar Anne melalui keterangannya, dikutip Minggu (30/8).

Tren penggunaan LRT Jabodebek konsisten naik dari tahun ke tahun. Pada awal beroperasi di 2023, jumlah penumpang terhitung 4.562.673 orang, lalu melesat menjadi 21.055.870 orang di 2024, dan menyentuh 28.816.787 orang sepanjang 2025. Adapun untuk periode 1 Januari sampai 27 Agustus 2026, total penumpang yang dilayani sudah berada di angka 21.502.344 orang.

Sistem operasional armada ini mengadopsi teknologi Grade of Automation Level 3 (GoA3), yakni sistem kemudi otomatis yang tetap didampingi petugas operasional demi menjamin keamanan serta kelancaran perjalanan.

Penumpang menaiki kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jabodebek menuju Stasiun Dukuh Atas, Jakarta Selatan, Selasa (9/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“LRT Jabodebek menjadi salah satu pencapaian transportasi nasional melalui penerapan teknologi modern karya anak bangsa yang terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman perjalanan semakin baik bagi masyarakat,” lanjut Anne.

LRT Jabodebek juga mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Automatic Train Wash Plant (ATWP). Sistem ini mampu mendaur ulang air bekas cucian kereta agar dapat dipakai kembali pada proses pembersihan berikutnya.

Layanan LRT Jabodebek terbagi dalam dua rute utama untuk menyokong mobilitas publik:

Lintas Cibubur (Dukuh Atas–Harjamukti): Membukukan 113,8 juta total aktivitas penumpang pada kurun 28 Agustus 2023–27 Agustus 2026. Jalur ini menautkan pusat kota Jakarta dengan Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, hingga Harjamukti.

Penumpang duduk di dalam gerbong kereta LRT saat melintas di kawasan Pancoran, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Foto: Rakha Raditya Yahya/ANTARA FOTO

Lintas Bekasi (Dukuh Atas–Jatimulya): Menghimpun 119,7 juta total aktivitas penumpang pada rentang waktu yang sama. Rute ini melayani mobilitas warga dari Halim, Jatibening, Cikunir, Bekasi Barat, sampai kawasan hunian serta bisnis Jatimulya.

Anne menegaskan, pembenahan dan peningkatan mutu layanan bakal terus dilakukan agar dapat selalu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam perjalanan LRT Jabodebek. Kami akan terus menjaga kualitas layanan, meningkatkan keandalan perjalanan, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Anne.

Merujuk pada akumulasi volume aktivitas pergerakan keluar-masuk penumpang (Volume In dan Volume Out), lima stasiun paling ramai meliputi:

1.Stasiun Dukuh Atas: 22.902.568 volume

2. Stasiun Harjamukti: 17.626.923 volume

3. Stasiun Kuningan: 13.696.649 volume

4. Stasiun Cikoko: 12.281.605 volume

5. Stasiun Pancoran: 10.091.800 volume