Kumparan Logo

Luhut Sebut MBG Bisa Dilakukan Secara Bertahap

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DEN sekaligus Penasihat Khusus Presiden bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Panjaitan di Kantor DEN, Jakarta pada Rabu (17/6/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DEN sekaligus Penasihat Khusus Presiden bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Panjaitan di Kantor DEN, Jakarta pada Rabu (17/6/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menjelaskan alasan mengapa sempat banyak masalah terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini menurutnya karena program tersebut sempat dijalankan dengan terburu-buru.

Menurutnya, sebenarnya program MBG dengan anggaran Rp 1 triliun per hari memiliki dampak besar ke perekonomian. Meski demikian, ia melihat memang sempat ada masalah karena keterburu-buruan.

“Jadi Rp 1 triliun per hari turun ke bawah itu dampaknya besar. Hanya kemarin mungkin agak kita terlalu sedikit buru-buru sehingga banyak yang masalah di sini. Jadi nggak usah juga terlalu ribut lah, kan, sudah diselesaikan baik-baik juga semua,” kata Luhut di Kantor DEN, Jakarta pada Rabu (24/6).

Luhut menuturkan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama tim sudah datang ke DEN untuk menerima masukan terkait program MBG. Dari situ, Luhut memang menyarankan agar ada efisiensi terhadap program tersebut. Ia juga menyebut seharusnya MBG bisa dilakukan secara bertahap alih-alih langsung diimplementasikan secara langsung.

“Ya, sebenarnya efisiensi lagi. Jadi meng-identify masalah juga. Kenapa harus semua sekaligus, kan, bisa dibikin bertahap sehingga sampai kita lebih paham,” ujarnya.

Dengan begitu, Luhut percaya program MBG ke depannya masih akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Hal ini menurutnya bisa dirasakan dalam kurun 6 bulan sampai 1 tahun lagi.

“Saya yakin dalam 6 bulan, 1 tahun ke depan pasti akan jauh lebih baik. Dan ini kami terus terang punya kepentingan supaya mendorong juga pertumbuhan ekonomi,” kata Luhut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih berkoordinasi terkait evaluasi kebutuhan anggaran program MBG. Ia menyebut bakal meminta masukan Presiden Prabowo Subianto maupun BGN.

Mensesneg Prasetyo Hadi juga sudah mengomentari opsi pemangkasan anggaran MBG. Ia mengungkapkan saat ini pemerintah sedang menghitung mengenai kebutuhan.

“Bukan pemangkasan, ya, tapi dari hasil perhitungan kita meyakini bahwa akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program Makan Bergizi Gratis ini. Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN,” kata Prasetyo di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6).

Prasetyo menjelaskan penataan program MBG akan dilakukan secara menyeluruh dan ditarget rampung dalam satu bulan. Ia tidak menampik proses tersebut bakal ada dinamika. Meski begitu, ia memastikan pembahasan mengenai anggaran itu tidak akan mengganggu pelaksanaan MBG.