Konten dari Pengguna

Melebur Dua Dunia

Fetria Isai Saman

Fetria Isai Saman

Staf Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fetria Isai Saman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bendera China dan Indonesia Foto: Dok. ChatGPT
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bendera China dan Indonesia Foto: Dok. ChatGPT

Sejarah mencatat hubungan yang erat antara Indonesia dan Tiongkok. Mengingat banyaknya budaya yang teralkuturasi dapat dikatakan bahwa dua negara ini memiliki kaitan yang erat satu sama lain. Politik luar negeri presiden Prabowo pun mulai merapat ke Tiongkok. Meskipun sebelumnya sempat membuat heboh dengan bergabung ke Board of Peace, nyatanya kebijakan dua dunia yaitu Negara Macan Asia kini mulai menjangkau negara Naga Merah yaitu Tiongkok.

Sebelum fenomena drakor (drama Korea) melanda Indonesia, dracin (drama China) sudah terlebih dahulu menguasai pasar drama Indonesia, bahkan sebelum demam drama India terjadi. Nama Pai Su Chen dari Legenda Siluman Ular Putih, tampannya Yoko dari drama Kembalinya Pendekar Rajawali dan lucunya Cu Pat Kay dari Kera Sakti masih mendominasi ingatan generasi milenial.

Hingga kini dracin era baru mulai menjadi alternatif “me time” penonton Indonesia disela waktu bekerja maupun sebelum tidur. Padahal kalau diperhatikan terkadang alur ceritanya receh, seorang yang kembali ke masa lalu, dirundung dan diremehkan lalu menjadi tokoh idola karena kuat dan pintar. Ujung ceritanya hampir sama dengan pemain yang juga itu-itu aja seperti FTV Indonesia pada dulunya yang ceritanya hampir tidak masuk akal.

Mungkin ini juga dipengaruhi oleh kerinduan dari masa lalu di mana televisi mempertontonkan dracin sebagai tontonan malam sebelum tidur. Bahkan bagi saya yang pada masa itu masih tidak punya televisi dan menonton di rumah tetangga, dracin ini memberikan ingatan nostalgia masa lalu yang menyenangkan.

Dari sisi sumber daya manusia, Goodstat 2024 mencatat bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan penting bagi tenaga kerja asing dari berbagai negara. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan RI, total tenaga kerja asing di Indonesia per September mencapai 133.979 orang, naik signifikan dibandingkan tahun 2023 dengan total 73.011 orang, yang berarti terjadi peningkatan sekitar 83,4%.

Dari jumlah tersebut, Tiongkok masih mendominasi dengan jumlah tenaga kerja asing terbanyak, yaitu 72.667 orang, setara dengan 54,26% dari total tenaga kerja asing di Indonesia pada tahun 2024. Ini menunjukkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, terutama di sektor industri dan teknologi.

Eratnya hubungan Indonesia dan Tiongkok ini merupakan salah satu jembatan dalam diplomasi antar negara. Sejalan dengan Asta Cita ke 4 yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas di sini inovasi teknologi digitalisasi system pembayaran digaungkan melalui QRIS. QRIS yang merupakan sistem pembayaran terkini mulai menyasar Tiongkok salah satu negara adikuasa di Asia.

sumber: www.bi.go.id

Peluncuran pembayaran digital QRIS di Tiongkok tepat pada 30 April 2026 menandai babak baru kerja sama internasional dalam system pembayaran. Kini setelah QRIS dapat digunakan di Tiongkok masyarakat Indonesia yang ingin berwisata ke sana tidak perlu khawatir untuk melakukan penukaran uang karena saat ini berbelanja dapat menggunakan QRIS, sekali pindai dan terkoneksi.

Tiongkok merupakan negara ke enam peluncuran QRIS. Sebelumnya QRIS sudah menjangkau Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang dan Korea Selatan. Peluncuran QRIS lintas batas ini menunjukkan semangat diplomasi yang tinggi karena sebelum masuknya QRIS ke negara-negara dimaksud dibutuhkan pertemuan dan negosiasi yang alot antar negara.

Pendekatan yang dilakukan melalui politik luar negeri dan usaha Bank Indonesia agar sistem pembayaran QRIS ini diterima oleh negara lain membuahkan hasil kini perjalanan wisata maupun bisnis Masyarakat Indonesia pun turut CEMUMUAH, Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal.

Kerjasama antar negara ini menunjukkan sisi positif karena ditengah gempuran berita perang dan dominasi antar negara yang tidak ada habis-habisnya upaya Indonesia dalam diplomasi sistem pembayaran ini menggulirkan berita baik. Bahwa tidak semua negara ingin menunjukkan kekuasaannya. Insting primitif untuk memperluas wilayah kekuasaan ini telah berganti dengan kerjasama dalam bidang perdamaian antar negara. Perang pada akhirnya hanya akan membawa kerugian bagi banyak pihak namun ekspansi QRIS ini menunjukkan upaya pendekatan dengan cara yang lebih ramah dan tidak kentara.

Diplomasi tidak hanya merupakan upaya untuk membuat sebuah rangkaian kunjungan keluar negeri dan melakukan pemborosan anggaran di tengah situasi global yang sedang tidak baik-baik saja. Namun ini merupakan hasil upaya yang terus menerus dan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah Indonesia bersama Bank Indonesia untuk terus melakukan ekspansi QRIS sebagai pilihan pembayaran digital.

Kemudahan yang ditawarkan QRIS selain menjadi wadah pertemuan dua negara juga akan menjadi pintu masuk untuk berbagai kerja sama bilateral lainnya yang akan menguntungkan dua negara. Suatu upaya perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya bentuk kerja sama lain, seperti di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, serta integrasi ekonomi digital yang lebih luas yang akan terbentuk saat Macan Asia dan Naga Merah duduk bersama.