Kumparan Logo

Pelabuhan Ketapang Akan Dikembangkan Bertahap hingga 2029, Kapasitas Ditambah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara suasana sepi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara suasana sepi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/3/2026). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengembangkan Pelabuhan Ketapang, yang merupakan titik penyeberangan penghubung Pulau Jawa dan Bali. Bersama Pemprov Jawa Timur, ASDP mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang melalui penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas, serta penyusunan rencana pengembangan jangka panjang yang terintegrasi.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan, penguatan Pelabuhan Ketapang pembangunan ekosistem konektivitas, bukan semata peningkatan fasilitas pelabuhan. Pengembangan kapasitas dermaga, pola operasi kapal, buffer area, hingga pengaturan lalu lintas di luar kawasan pelabuhan perlu berjalan secara terpadu agar mampu menjawab pertumbuhan mobilitas masyarakat dan logistik pada masa mendatang.

Heru menambahkan, pengalaman menghadapi lonjakan arus kendaraan pada periode Angkutan Lebaran maupun libur sekolah menjadi pembelajaran penting bahwa peningkatan layanan tidak lagi dapat mengandalkan optimalisasi operasional semata.

"Dibutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola kawasan yang mampu mengantisipasi pertumbuhan trafik dalam jangka panjang, sehingga Pelabuhan Ketapang semakin adaptif terhadap dinamika mobilitas masyarakat, distribusi logistik, maupun perkembangan sektor pariwisata. Pendekatan inilah yang menjadi dasar penyusunan rencana pengembangan Pelabuhan Ketapang secara bertahap dan terintegrasi," ujar Heru dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Heru menjelaskan, ASDP telah menyiapkan rencana pengembangan bertahap hingga 2029, meliputi peningkatan kapasitas sejumlah dermaga, optimalisasi kawasan Bulusan sebagai buffer area kendaraan logistik, pembangunan akses penghubung, hingga pengembangan dermaga baru untuk mendukung kelancaran operasional jangka panjang.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama pemerintah Pemprov Jatim akan mengembangkan Pelabuhan Ketapang, yang merupakan titik penyeberangan penghubung Pulau Jawa dan Bali. Foto: ASDP

Pada saat yang sama, peningkatan kapasitas dermaga juga akan dilakukan secara bertahap mulai tahun ini sebagai bagian dari penguatan layanan di lintas Ketapang–Gilimanuk. Rencana tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan trafik saat ini sekaligus mengantisipasi pertumbuhan arus kendaraan dalam beberapa tahun ke depan.

ASDP juga menegaskan bahwa transformasi Pelabuhan Ketapang membutuhkan kolaborasi yang erat dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Dukungan terhadap peningkatan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, penataan kawasan, pengembangan buffer zone, hingga pengaturan lalu lintas di luar area pelabuhan menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan penyeberangan yang semakin optimal.

"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. ASDP berkomitmen terus menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, tata kelola, dan kolaborasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan dukungan penuh terhadap penyusunan masterplan pengembangan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong pengembangannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Menurutnya, peningkatan kapasitas pelabuhan perlu disiapkan secara menyeluruh melalui optimalisasi kawasan penyangga di kedua sisi penyeberangan, peningkatan standar kapal, pengembangan konektivitas menuju kawasan Bulusan, serta sinergi lintas pemangku kepentingan agar menjadi satu kesatuan sistem transportasi yang terintegrasi.