Pembangunan Hunian TOD Manggarai Dimulai, 3.784 Unit Target Rampung 18 Bulan

Pembangunan hunian vertikal terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta, resmi dimulai. Proyek yang dikembangkan di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pembangunan hunian di kawasan Manggarai merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan aset perkeretaapian agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Groundbreaking hari ini bukan semata-mata dimulainya sebuah pekerjaan fisik. Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian yang strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," kata Bobby dalam acara groundbreaking pembangunan hunian di Manggarai, Jumat (21/8).
Bobby mengatakan pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah 3 Juta Rumah Rakyat. Menurutnya penyediaan hunian dalam program ini mengedepankan tiga prinsip, yakni layak, terjangkau, dan berkelanjutan.
Hunian yang dibangun harus memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, dan fungsi. Dari sisi keterjangkauan, hunian diarahkan mengikuti kebijakan dan skema pemerintah bagi kelompok masyarakat sasaran. Sementara aspek keberlanjutan diwujudkan melalui pemanfaatan lahan yang efisien, konektivitas kawasan, kepatuhan terhadap lingkungan, serta pengelolaan jangka panjang.
Adapun proyek hunian di TOD Manggarai akan dibangun di dua blok, yakni Blok G dan Blok F, dengan total luas lahan sekitar 2,2 hektar.
Di Blok G, pembangunan mencakup lahan sekitar 7.000 meter persegi dan akan terdiri dari tiga tower dengan total 1.276 unit hunian. Tower A memiliki 352 unit, tower B sebanyak 418 unit, dan tower C sebanyak 506 unit.
Sementara itu, Blok F memiliki luas sekitar 1,5 hektare dan akan dibangun 5 tower dengan total 2.508 unit. Rinciannya, tower 1 dan tower 2 masing-masing memiliki 572 unit, tower 3 sebanyak 528 unit, tower 4 sebanyak 308 unit, dan tower 5 sebanyak 528 unit.
Secara keseluruhan, proyek tersebut akan menyediakan 3.784 unit hunian vertikal dengan masing masing tower dibangun 24 lantai. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi 150 unit ruang ritel pendukung, terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Tipe hunian yang tersedia juga beragam. Blok G akan menyediakan unit studio berukuran 28 meter persegi, tipe 36 dengan dua kamar tidur, serta tipe 45 dengan dua kamar tidur. Sementara Blok F akan menyediakan tipe 36 dan 45 dengan dua kamar tidur serta tipe 52 dengan tiga kamar tidur.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan penyediaan hunian yang layak dan terjangkau masih menjadi salah satu tantangan besar di Indonesia. Menurutnya, pembangunan hunian vertikal di pusat Jakarta menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan tersebut.
"Ini yang pertama yang jadi vertikal, yang kita berbangga nanti 24 lantai di pusat ibu kota Jakarta. Saya kira ini suatu prestasi luar biasa," ujar Hashim.
Namun, Hashim menekankan pembangunan tidak boleh berhenti setelah proyek selesai. Ia mengingatkan pentingnya memastikan kualitas dan pemeliharaan bangunan dalam jangka panjang.
Menurut dia, pemeliharaan masih menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Ia berharap hunian yang dibangun di Manggarai tetap terawat dan dalam kondisi baik hingga bertahun-tahun ke depan.
"Mungkin nanti harus ada satu badan atau entitas yang dibentuk untuk mengelola kepentingan bersama,” katanya.
