Kumparan Logo

Polling kumparan: 48,69% Pembaca kumparan Tak Tertarik KPR 40 Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
zoom-in-whitePerbesar
Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah

Sebanyak 48,69 persen atau 279 pembaca kumparan tidak tertarik dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 40 tahun. Mereka beralasan tidak mau memiliki utang terlalu lama. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 17 Juni sampai 1 Juli 2026.

Total ada 573 responden yang menjawab polling ini. Sementara, terdapat 14,14 persen atau 81 responden mengaku tertarik dengan KPR 40 tahun karena cicilan yang dibayarkan lebih ringan. Sisanya, 37,17 persen atau 213 pembaca mengaku tidak tertarik sama sekali dengan KPR.

embed from external kumparan

Pada Oktober 2024, kumparan juga membuat polling serupa mengenai KPR. Hasilnya 62,07% pembaca tak tertarik dengan skema KPR 40 Tahun. Ada 2.141 responden dalam polling. Hanya ada 37,93 persen responden yang tertarik program ini. Polling saat itu hanya memiliki dua opsi jawaban. Yakni, 'tertarik' dan 'tidak tertarik'.

Skema Bunga Cicilan Rumah Subsidi

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkap kelanjutan dari rencana perpanjangan tenor KPR menjadi 40 tahun, dari aturan saat ini maksimal hingga 30 tahun. Menurutnya, aturan terkait skema tersebut ditarget rampung tahun ini.

Untuk bunga cicilan, pria yang akrab disapa Ara turun menjelasakan, bunga untuk rumah subsidi tapak tetap pada level 5 persen. Sedangkan bunga KPR subsidi rumah susun (rusun) sebesar 6 persen.

“Bunganya tetap 5 persen ya yang tapak, kedua adalah tenornya 40 tahun yang ketiga, rusun 6 persen ya, buat rusun 6 persen ya, rusun subsidi,” jelas Ara.

Realisasi Penyaluran FLPP per Juni 2026 Capai 81.600 Unit

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, juga membeberkan realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga Juni 2026 telah mencapai 81.600 unit rumah atau sekitar 23,22 persen dari kuota yang disediakan tahun ini.

“Realisasi hingga hari ini sudah di 81.600 ya, sekitar 23,22 persen. Kemudian sudah akad, itu diangkat 21.000 lebih. Sehingga kalau digabungkan antara yang sudah cair FLPP-nya dengan akad dan tinggal ngajukan pencairan ke kami, 21.000 itu dari 103.000,” katanya.