Kumparan Logo

Populer: Apindo soal Pembatasan Outsourcing; Hak Siar Olahraga Dikuasai OTT

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Apindo yang mengomentari soal pembatasan outsourcing bisa memicu bertambahnya pekerja informal jadi berita populer kumparanBISNIS pada Sabtu (10/10). Berita populer lainnya adalah Netflix dan rival layanan streaming lainnya yang menguasai hak siar olahraga di Asia.

Berikut rangkumannya untuk teman kumparan:

Apindo: Pembatasan Outsourcing Bisa Picu Bertambahnya Pekerja Informal

Ilustrasi pekerja outsourcing. Foto: Hananeko_Studio/Shutterstock

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pembatasan pekerjaan alih daya atau outsourcing berpotensi mendorong bertambahnya pekerja informal.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengatakan, skema outsourcing selama ini menjadi salah satu penyangga agar pekerja tetap memiliki akses ke pekerjaan formal. “Justru pasal yang tidak melindungi tenaga kerja, itu akan banyak menciptakan informal job. Justru kontrak outsourcing itu penyangga, supaya mereka tuh nggak menjadi informal job,” kata Bob kepada kumparan, Sabtu (10/10). Menurut Bob, anggapan pembatasan outsourcing akan membuat pekerja otomatis berstatus karyawan tetap tidak selalu sesuai dengan kondisi di lapangan. “Kayaknya berasumsi, kalau itu dilarang semua jadi karyawan tetap. Mana ada,” ujarnya.

Netflix dan Rivalnya Kuasai Hak Siar Olahraga di Asia, Nilainya Nyaris USD 6 M

Ilustrasi Netflix. Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Layanan streaming seperti Netflix dan Tencent kini menguasai separuh biaya hak siar olahraga di Asia. Perkembangan ini menunjukkan pergeseran industri media tradisional ke layanan digital yang semakin bersaing mendapatkan hak siar kompetisi olahraga populer.

Media Partners Asia (MPA), perusahaan konsultan industri media, memperkirakan platform streaming seperti JioHotstar dari India akan menyumbang 50 persen dari total biaya hak siar olahraga di kawasan Asia pada 2026. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar USD 5,7 miliar.

Aplikasi streaming kini semakin banyak menjadi pilihan penonton olahraga di berbagai negara. Mereka juga berlomba-lomba menjalin kesepakatan hak siar dengan liga profesional terkemuka untuk menarik pelanggan. Perubahan ini turut mempengaruhi kebiasaan penonton.

Sejumlah platform streaming besar mulai menguasai segmen olahraga masing-masing di Asia. JioHotstar, platform streaming terbesar di India yang dioperasikan oleh Walt Disney dan Reliance Industries, memperoleh hak siar kriket. Tencent menyediakan akses untuk pertandingan National Basketball Association (NBA) dan National Football League (NFL) di China. Di Indonesia, MNC Digital Entertainment Tbk menayangkan kompetisi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta pertandingan UEFA European Championship atau Piala Eropa.