Kumparan Logo

Purbaya Bakal ke China dan Inggris, Yakinkan Investor Asing Serap Surat Utang RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konferensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri konferensi pers bulanan mengenai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan terbang ke China dan Inggris dalam waktu dekat. Ia bakal mempromosikan surat utang pemerintah Indonesia kepada investor global.

Langkah tersebut dilakukan di tengah gejolak pasar keuangan yang masih berlangsung, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap negara berkembang.

Purbaya mengatakan, pemerintah terus berupaya menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Salah satunya melalui diversifikasi sumber pembiayaan dan memperluas basis investor surat utang negara.

“Minggu depan saya akan ke China, tanggal 16 [Juni] untuk promosi Panda Bond,” kata Purbaya dalam konferensi APBN KiTa di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Setelah dari China, Purbaya rencananya melanjutkan perjalanan ke Inggris untuk bertemu investor Eropa.

“Terus juga akan ke Inggris untuk Eurobond investor meeting dengan Eropa, untuk meyakinkan investor sana. Untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan yang baik dan ekonomi berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Purbaya, kondisi pasar obligasi Indonesia masih relatif stabil meski pasar keuangan global bergejolak. Pemerintah belum menyiapkan strategi khusus selain memperkuat komunikasi dengan investor dan mendiversifikasi sumber pendanaan.

“Kalau kita lihat yield bond kita relatif stabil, selama kita bisa meyakinkan bahwa memang ekonomi arahnya ke depan seperti apa tentunya membaik,” tutur Purbaya.