Purbaya Beberkan Faktor yang Bikin Inflasi RI April 2026 Melandai ke 0,13 Persen
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan sederet faktor yang membuat indeks harga konsumen (IHK) pada April 2026 menunjukkan inflasi sebesar 0,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan (yoy), menunjukkan tingkat inflasi sebesar 2,42 persen.
“Biasanya yang menekan harga minyak tinggi, inflasi tinggi, biasanya minyak harga minyak yang berlebihan naiknya. Ini kan yang bersubsidi enggak kita naikin. Transportasi barang juga rasanya enggak naik kan yang soal untuk transportasi barang. Jadi inflasinya akan relatif terkendali,” kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/5).
Prabowo menjelaskan jika subsidi untuk BBM dilepas sehingga harga BBM subsidi naik, hal itu akan berdampak panjang tak hanya pada inflasi, tetapi juga pada daya beli sampai ke perlambatan perekonomian.
“Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM. Jadi itu ada hitungannya. Bukan saya soal jago banyak duit bagi-bagi bukan. Itu ada hitungannya,” ujar Purbaya.
Sebelumnya BPS juga melaporkan untuk tingkat inflasi tahun kalender per April 2026 adalah sebesar 1,06 persen. Penyumbang inflasi bulanan terbesar pada bulan April ini berasal dari kelompok transportasi dengan inflasi 0,99 persen dan andil inflasi 0,12 persen.
Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,69 persen, dengan andil inflasi 0,13 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan udara, bensin, bahan bakar rumah tangga, dan sigaret kretek mesin (SKM).
Kemudian, komponen harga bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,88 persen, dengan andil deflasi 0,15 persen. Komoditas penyumbang adalah daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras dan cabai merah.
BPS mencatat 30 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sementara 8 provinsi mengalami deflasi.
