Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI hingga Kuartal IV di Atas 5,5 Persen
·waktu baca 2 menit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III dan IV tahun ini tidak akan berada di bawah 5 persen.
Menurutnya, banyak pihak belum memahami strategi ekonomi yang tengah disiapkan pemerintah. Purbaya menjelaskan, pemerintah memprioritaskan untuk mendorong sektor riil terus tumbuh.
“Kalau dari kita ya akan kasih insentif di mobil listrik, motor listrik. Nanti akan perbaiki tadi akses ke pendanaan seperti apa. Dari perusahaan-perusahaan ekspor orientasi seperti tekstil, furnitur, sepatu,” kata Purbaya saat ditemui usai acara Seminar International Debottlenecking di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).
Menkeu yakin pertumbuhan pada kuartal III dan IV dapat berada di atas 5,5 persen dan bahkan diarahkan mendekati 6 persen. Ia menyebut pemerintah sengaja bergerak lebih cepat untuk mengantisipasi potensi tekanan ekonomi yang muncul. “Di kuartal 3 dan 4 akan di atas 5,5 persen kan? Saya mendorong ke arah 6,” kata Purbaya.
Guna mencapai target tersebut, Purbaya menegaskan pemerintah juga akan memastikan sektor swasta dapat bekerja optimal melalui berbagai instrumen kebijakan. Salah satunya dengan mendorong sektor perbankan memberikan akses pembiayaan lebih mudah kepada sektor riil.
“Apalagi kan sekarang banknya punya Danantara. Satu komando kan? Kalau diperlukan kita usulkan kebijakan ke arah sana. Tapi bukan itu saja,” lanjut Purbaya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan pemerintah tengah membahas sejumlah stimulus tambahan, termasuk insentif kendaraan listrik dan kemungkinan pencairan gaji ke-13 yang akan digelontorkan pada kuartal II.
“Nanti kita sudah bicarakan itu mobil listrik, nanti ada gaji bulan ke-13, mungkin nanti akan dibicarakan yang lain-lain, tapi itu masih diusulkan dengan Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian,” sebut Purbaya saat ditemui usai pelantikan pejabat DJP di Kantor Kemenkeu.
