Singapura Bakal lelang Aset Mewah dari Kasus Pencucian Uang Terbesar

Singapura akan melelang lebih dari 80 properti real estate dan lebih dari 1.000 aksesoris mewah yang disita dari kasus pencucian uang terbesar di negara itu mulai bulan depan.
Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (29/8), firma konsultan Deloitte menyebutkan aset-aset tersebut akan dijual secara bertahap antara September 2026 dan pertengahan tahun 2027, dengan jumlah pasti di setiap tahap masih dalam tahap finalisasi.
Pemberitaan sebelumnya melaporkan bahwa Deloitte telah menghubungi beberapa broker properti mengenai rencana penjualan properti tersebut, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Penjualan ini merupakan langkah selanjutnya dalam kasus pencucian uang senilai SGD 3 miliar atau USD 2,4 miliar yang melibatkan para pelaku dari provinsi Fujian di selatan China. Sebelum beberapa anggotanya ditangkap dalam penggerebekan oleh pihak berwenang Singapura pada tahun 2023, mereka telah mendirikan kantor keluarga, membeli aset, dan hidup mewah di kota tersebut.
Pihak berwenang telah menyita lebih dari 200 properti, banyak di antaranya terletak di lokasi strategis seperti Orchard Road dan Sentosa. Mereka telah mulai melikuidasi beberapa aset, termasuk mobil dan beberapa aset perumahan dan komersial.
Unit Deloitte Singapura ditunjuk tahun lalu untuk mengawasi likuidasi. Properti terpilih akan ditawarkan untuk dijual di luar proses lelang melalui proses pengajuan minat. Barang-barang mewah yang akan dilelang termasuk perhiasan, jam tangan, dan tas tangan.
Sementara sektor properti mewah Singapura dan pasar perumahan pribadi secara lebih luas terus meningkat, properti-properti tertentu telah dijual dengan diskon besar dibandingkan dengan harga yang dinaikkan oleh anggota kelompok ilegal tersebut.
Beberapa penjualan aset didorong oleh bank-bank yang memberikan pinjaman kepada grup tersebut. Salah satu properti penting yang melibatkan lahan menghadap laut di Sentosa akhirnya dijual kepada pembeli lokal seharga sekitar SGD 22 juta, hampir setengah dari harga pembelian aslinya.
