Konten dari Pengguna

Kawih Sinom, Menanam Nilai Sebelum Narkoba Datang

BNNK Karawang

BNNK Karawang

Informasi Kegiatan P4GN BNN Kabupaten Karawang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari BNNK Karawang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekretaris Utama BNN RI memberikan sambutan pada acara Kawih Sinom "Narkoba Musuh Bangsa" yang diselenggarakan oleh BNNP Jawa Barat. Foto: Dok Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Utama BNN RI memberikan sambutan pada acara Kawih Sinom "Narkoba Musuh Bangsa" yang diselenggarakan oleh BNNP Jawa Barat. Foto: Dok Pribadi

Pencegahan narkoba tidak selalu harus dimulai ketika seseorang telah berhadapan dengan narkoba. Justru pekerjaan terpenting dilakukan jauh sebelumnya yaitu ketika keluarga membangun karakter, lingkungan menumbuhkan kepedulian, dan masyarakat memiliki nilai bersama tentang apa yang patut dijaga.

Kita menangkap pesan itulah yang menarik dari Pasanggiri Agung Kawih Sinom “Narkoba Musuh Bangsa” yang digelar BNN Provinsi Jawa Barat. Pencegahan ditempatkan bukan sekadar sebagai penyampaian informasi mengenai bahaya narkoba, melainkan melalui seni dan budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat Sunda.

Kawih Sinom mempunyai kekuatan pada pesan dan nasihat yang terkandung di dalamnya. Ketika nilai antinarkoba disisipkan melalui syair, dinyanyikan, didengar, dan diulang, pesan pencegahan memiliki kesempatan untuk tinggal lebih lama dalam ingatan.

Masyarakat tidak hanya diajak mengetahui bahwa narkoba berbahaya, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungannya.

Pendekatan semacam ini penting. Ancaman narkoba tidak berdiri sendiri. Ia dapat masuk melalui pergaulan, lingkungan kerja, tempat hiburan, ruang digital, bahkan lingkaran sosial yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, pencegahannya juga tidak mungkin hanya dibebankan kepada BNN dan aparat penegak hukum.

Keluarga, sekolah, komunitas, tokoh agama, pekerja, pelaku seni, dunia usaha hingga pemerintah daerah mempunyai ruang untuk mengambil bagian. Seni dan budaya menjadi salah satu pintu untuk memperluas keterlibatan tersebut.

Bagi kami di BNN Kabupaten Karawang, Kawih Sinom memberi satu pelajaran sederhana: pesan P4GN harus hadir sedekat mungkin dengan kehidupan masyarakat. Tidak selalu melalui seminar dan ceramah, tetapi dapat melalui bahasa, tradisi, kesenian, dan ruang kebersamaan yang mereka kenal.

Sebab benteng terhadap narkoba seharusnya dibangun sebelum ancaman itu datang. Dan salah satu fondasinya adalah nilai yang hidup, diingat, dan dijaga bersama oleh masyarakat.