Kumparan Logo

Awali Musim dengan Berat, Isenmulang Kalteng FC Minus 2 Poin & Ditekuk Arema

kumparanBOLAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesepakbola Arema FC Achmad Maulana berusaha merebut bola dari pesepakbola Isenmulang Kalteng FC Vinicius Ferreira De Jesus dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pesepakbola Arema FC Achmad Maulana berusaha merebut bola dari pesepakbola Isenmulang Kalteng FC Vinicius Ferreira De Jesus dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Isenmulang Kalteng FC memulai Super League dengan pengurangan dua poin jelang laga melawan Arema FC. Pengurangan poin ini mempengaruhi stabilitas psikis pemain jelang bertandang ke markas Arema FC, pada Jumat sore (4/9/2026).

Di laga melawan Arema FC yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Isenmulang Kalteng FC dibantai 4 gol tanpa balas oleh tim tuan rumah. Empat gol Singo Edan dicerak oleh John Alfarizi menit 6, Diego Landis menit 14, Marcos Vinicius Silvestre Gaspar di menit 45+6, serta striker Timnas Indonesia Mauro Ziljstra menit 85.

Pelatih Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya mengatakan, pengurangan dua poin sebelum laga melawan Arema FC mempengaruhi anak asuhnya. Menurutnya, pengurangan ini dikarenakan adanya masalah lisensi tim profesional. Sebagai informasi Ileague meminta tim-tim Super League harus lolos tujuh aspek syarat tim profesional.

Kriteria ini meningkat dibandingkan musim lalu yang hanya lima aspek, yakni legal, finansial atau keuangan, infrastruktur, personel, administrasi, dan sporting, sedangkan dua tambahan musim ini yakni marketing pemasaran dan development suistanbility atau pengembangan berkelanjutan.

Dari tujuh kriteria tersebut Isenmulang Kalteng FC hanya memenuhi 6 aspek tim profesional, karena adanya perpindahan markas tim. Sebagai informasi tambahan, Isenmulang Kalteng FC merupakan tim baru pindahan Adhyaksa FC saat bermain di Championship atau kasta kedua liga, yang saat itu bermarkas di Banten Internasional Stadium.

Ketika promosi ke Super League, tim ini berganti nama dan memindahkan markasnya ke Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang menjadi salah kriteria pengurangan poin oleh ILeague.

"Berhubungan dengan pengurangan dua nilai itu terkait masalah klub lisensi, karena kita pindah PT atau perusahaan, itu mungkin ya," kata Mundari Karya, saat konferensi pers di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat malam.

Pengurangan poin itu disebut Mundari, membuat anak asuhnya berupaya mengejar gol cepat di menit-menit awal hingga lengah. Tapi yang terjadi di lapangan justru gol cepat dari tim tuan rumah yang dicetak oleh John Alfarizi menit 6, yang membuat psikis pemain terguncang. Bahkan Arema FC kembali menggandakan keunggulannya di menit 14 melalui gol tandukan Diego Landis memanfaatkan sepak pojok.

Pesepakbola Isenmulang Kalteng FC Sergio De Mondanca Siqueira Filho mempertahankan bola dari pesepakbola Arema FC Diego Luiz Landis pada laga BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

"Dua poin itu sangat mempengaruhi. Makanya di pertandingan tadi kita berusaha mencari poin untuk mereaksi hal itu. Tadi ada rapat kecil saat kita tertinggal 1–0, banyak peluang sebetulnya," ungkap dia kembali.

Pelatih kelahiran Pekanbaru, Riau, itu mengatakan, timnya lengah di menit-menit awal saat berusaha mencari gol cepat. Sebagai tim promosi dari kasta kedua liga, pelatih 66 tahun ini mengakui timnya harus banyak belajar saat berkompetisi di Super League musim 2026 - 2027,

"Adaptasi dari proses gol itu yang sulit bagi kita. Gol cepat membuat situasi sulit, ini yang memang kita sesalkan. Kita dari Liga 2 masih beradaptasi di super league, gol-gol cepat yang membuat kita kesulitan," kata dia.

Setelah kebobolan dua gol itu, Laskar Tambun Bungai julukan Isenmulang Kalteng FC justru menguasai pertandingan. Namun beberapa kali peluang yang dikreasi Makan Konate cs gagal membuahkan gol. Justru di akhir babak pertama Isenmulang Kalteng FC kembali kebobolan melalui skema tendangan sudut.

"Hampir 30 menit kita menguasai pertandingan. Tapi sekali lagi, kita memang harus beradaptasi. Banyak gol terjadi dari bola mati. Kalau ditanya mempengaruhi, sangat mempengaruhi pengurangan poin itu," tuturnya.

Di sisi lain, Bek Tengah Isenmulang Kalteng FC Leo Lelis mengungkapkan, timnya kehilangan konsentrasi sehingga kecolongan di menit-menit awal. Padahal di awal-awal laga timnya berusaha menguasai pertandingan dan menciptakan peluang gol.

"Seperti yang dikatakan pelatih tadi, tim kita mengalami gol cepat di menit-menit awal babak pertama. tim kami terbilang baru di Liga 1. Kami masih beradaptasi dengan liga ini. Hari ini kami memulai pertandingan dan kebobolan gol di menit pertama, lalu kebobolan lagi di menit terakhir babak pertama," ucap Leo Lelis, usai pertandingan.

Pesepakbola Arema FC Marcos Vinicius Silvestre Gaspar berusaha melewati hadangan pesepakbola Isenmulang Kalteng FC Gufron Al Maruf dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

Dirinya menegaskan, usai laga melawan Arema FC harus mengevaluasi diri. Apalagi tiga dari empat gol yang bersarang ke gawang Jefri Wibowo berasal dari situasi bola-bola mati yang seharusnya bisa diantisipasi lini pertahanan.

"Kami harus bekerja keras untuk berkembang, khususnya dalam situasi bola mati karena kami kebobolan tiga gol dari situ. Kami harus bekerja keras," tegasnya.