Konten dari Pengguna

Cabang Olahraga dari Lari Sprint, Teknik dan Ketentuannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Unsplash.com/Steven Lelham
zoom-in-whitePerbesar
Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Unsplash.com/Steven Lelham

Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Lari sprint juga memiliki sebutan lain yaitu lari jarak pendek atau lari cepat. Penamaan ini diambil karena lari sprint dilakukan dengan kecepatan maksimal dalam jarak tertentu.

Dikutip dari buku PJOK Kelas IX, Modul 3, Atletik, 11–12, Repositori Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, nomor lari jarak pendek yang diperlombakan dalam kejuaraan atletik adalah lari dengan jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.

Lari Sprint, Salah Satu Nomor Lari dari Cabang Olahraga Atletik, Ini Penjelasannya!

Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Unsplash.com/Bohdan Hyrovych

Lari sprint merupakan salah satu nomor lari dari cabang olahraga atletik. Tujuan utama lari sprint adalah mencapai garis finis secepat mungkin dengan memperhatikan teknik berlari yang benar.

Dalam melakukan lari sprint, tiga teknik dasar yang harus dikuasai pelari adalah teknik start jongkok, teknik gerakan lari cepat, dan teknik melewati garis finis.

Semua teknik tersebut saling berkaitan untuk membantu pelari memperoleh kecepatan maksimal. Selain itu, teknik yang tepat membuat pelari menyelesaikan perlombaan dengan baik.

1. Teknik Start Jongkok

Pada posisi ini, jari-jari kedua tangan diletakkan di belakang garis start dengan jarak tangan selebar bahu. Posisi tubuh perlu disiapkan agar pelari dapat melakukan tolakan dengan kuat ketika aba-aba mulai diberikan.

Teknik start yang baik membantu pelari melakukan percepatan sejak awal perlombaan.

2. Teknik Gerakan Lari Cepat

Saat berlari, kepala dan leher pelari harus tetap rileks dengan pandangan mengarah ke depan. Tubuh sebaiknya sedikit condong ke depan, siku ditekuk sekitar 90 derajat, dan lengan diayunkan secara teratur.

Selain itu, lutut kaki bagian depan diangkat, sedangkan kaki belakang diluruskan untuk menghasilkan dorongan. Gerakan tersebut dilakukan secara terkoordinasi agar pelari dapat mempertahankan kecepatan maksimal.

3. Teknik Melewati Garis Finis

Pelari harus terus berlari sekencang mungkin tanpa memperlambat langkah sebelum mencapai garis finis. Saat mendekati garis finis, dada pelari dicondongkan ke depan untuk membantu mencapai garis tersebut lebih dahulu.

Keterampilan lari sprint dapat dilatih menggunakan permainan sederhana dan melalui perlombaan. Contohnya seperti lomba lari cepat mengambil bola.

Dalam permainan ini, peserta harus berlari dari garis start menuju bola yang diletakkan di tengah lapangan. Peserta yang lebih dahulu menyentuh bola akan dinyatakan menang.

Cabang olahraga dari lari sprint atau lari jarak pendek dalam cabang olahraga atletik membutuhkan teknik yang benar. Dengan menjaga kecepatan, kekuatan, koordinasi gerak, dan penguasaan teknik yang tepat, pelari bisa memenangkan cabang lomba ini. (Aya)

Baca juga: Apakah Tujuan Menendang Bola Menggunakan Kaki Bagian Luar? Pahami di Sini