Pelatih Denmark Klarifikasi Kisah Gagal Kontrak Erling Haaland

Pelatih tim nasional Denmark Brian Riemer meluruskan rumor kegagalan transfer Erling Haaland ke FC Copenhagen menjelang laga UEFA Nations League pekan ini. Isu lama yang menyebut Riemer sebagai sosok di balik kegagalan klub Denmark tersebut merekrut Haaland kembali mencuat menjelang duel sengit menghadapi Norwegia di Oslo.
Riemer menceritakan kronologi sebenarnya saat bomber Manchester City tersebut menjalani masa trial di Copenhagen pada tahun 2017 silam. Saat itu, Stale Solbakken menjabat sebagai pelatih kepala tim utama FC Copenhagen, sementara Riemer sendiri bertugas memimpin skuad di kelompok umur U-19. Solbakken juga secara terbuka menegaskan bahwa mantan asistennya tersebut sama sekali tidak bersalah atas keputusan melepas sang pemain.
Kronologi Masa Trial Sang Megabintang di Copenhagen
Riemer mengenang kembali momen ketika dirinya menyambut kedatangan sang pemain muda bersama ayahnya, Alf-Inge Haaland, di ibu kota Denmark hampir satu dekade lalu. Pemain yang kini menjelma menjadi salah satu striker paling mematikan di dunia tersebut sempat menghabiskan waktu selama sepekan untuk menunjukkan kemampuannya di bawah pengawasan tim kepelatihan.
Meskipun proses seleksi tersebut tidak berujung pada penandatanganan kontrak profesional, Riemer mengaku sangat bangga melihat perkembangan karier Haaland yang begitu luar biasa setelah momen tersebut. Dirinya menganggap kisah masa lalu itu sebagai bagian dari warna-warni perjalanan dunia sepak bola profesional yang menarik untuk dibahas.
Bantahan Terhadap Kerugian Finansial Klub
Pelatih berusia 46 tahun tersebut dengan tegas membantah spekulasi miring yang menyebut dirinya telah merugikan FC Copenhagen dalam jumlah besar di masa depan. Riemer menyatakan bahwa keputusan akhir terkait transfer pemain muda di level klub sebesar Copenhagen berada di bawah wewenang jajaran manajemen yang jauh lebih tinggi.
“Itu adalah cerita pesta yang bagus. Erling sempat diundang untuk menjalani sesi latihan uji coba di Copenhagen, dan saya bisa memastikan bahwa saya tidak ada hubungannya dengan keputusan apakah dia akan bertahan di sana atau tidak,” ujar Brian Riemer dengan nada santai. Dirinya juga menambahkan, “Saya bisa memastikan dengan tenang bahwa bukan saya yang membuat FC Copenhagen kehilangan potensi uang senilai 200 juta.”
Kesiapan Denmark Menantang Norwegia di Oslo
Menjelang laga pembuka Liga A Nations League tersebut, Riemer menolak anggapan bahwa anak asuhnya datang ke Stadion Ullevaal dengan status non-unggulan. Tim kepelatihan Denmark bahkan telah menghabiskan waktu selama tiga hari penuh di Helsingor untuk mematangkan strategi demi meredam agresivitas tim tuan rumah.
“Kami tidak melihat diri kami sebagai tim underdog atau adik kecil,” tegas Riemer secara optimistis. Dirinya menilai timnya memiliki modal yang sangat cukup untuk mencuri poin penuh. “Kami memiliki tim nasional yang sangat, sangat kuat dengan banyak kualitas serta talenta luar biasa. Kami berada di sini untuk membawa pulang poin,” pungkasnya.
Optimisme senada juga disuarakan oleh gelandang Denmark, Morten Hjulmand, yang mengaku seluruh skuad dalam kondisi sangat siap tanpa merasa tertekan sedikit pun dengan kehadiran para pemain bintang lawan. Fokus utama Denmark saat ini adalah menjalankan instruksi taktik dengan sempurna demi meraih kemenangan krusial pada awal kampanye turnamen mereka.
