Konten dari Pengguna

Bola Tidak Boleh Terlalu Jauh dari Apa Saat Menggiring Bola? Ini Jawabannya

P

Pojok Informasi

Membagikan informasi dari berbagai topik.

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pojok Informasi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Saat Menggiring Bola Tidak Boleh Terlalu Jauh dari. Foto: Unsplash/Unsplash+ Community
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Saat Menggiring Bola Tidak Boleh Terlalu Jauh dari. Foto: Unsplash/Unsplash+ Community

Saat menggiring bola tidak boleh terlalu jauh dari jangkauan kaki agar pemain tetap mampu mengendalikan arah dan pergerakan bola.

Dalam permainan sepak bola, menggiring bola atau dribbling merupakan keterampilan dasar yang digunakan untuk melewati lawan, mempertahankan penguasaan bola, dan mencari peluang menuju gawang.

Teknik ini membutuhkan koordinasi gerak kaki, keseimbangan tubuh, serta kemampuan memperkirakan jarak bola ketika bergerak.

Dribbling: Saat Menggiring Bola Tidak Boleh Terlalu Jauh dari Jangkauan Kaki

Ilustrasi Saat Menggiring Bola Tidak Boleh Terlalu Jauh dari. Foto: Unsplash/Wesley Tingey

Saat menggiring bola tidak boleh terlalu jauh dari apa? Dikutip dari Buku Latihan Teknik dan Fisik Dasar Sepak Bola untuk Usia 10-13 Tahun, Titto Prawira Maheswara Sih Kiswinarso, Fransiskus Allan Maranatha, Mochammad Lutfi Alfiansyah (2026:15), berikut adalah jawabannya.

Dalam olahraga sepak bola, bola yang terlalu jauh dari kaki dapat menyulitkan pemain untuk mengontrolnya. Lawan pun memiliki kesempatan lebih besar untuk merebut bola sebelum pemain sempat melakukan operan atau tendangan.

Oleh karena itu, sentuhan terhadap bola perlu dilakukan secara teratur dengan kekuatan yang disesuaikan dengan kecepatan lari dan situasi permainan.

Saat menggiring bola dalam ruang sempit atau ketika berada dekat lawan, sentuhan sebaiknya lebih pendek agar penguasaan bola tetap terjaga. Pemain dapat menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, atau punggung kaki sesuai kebutuhan.

Kaki bagian dalam umumnya membantu mengarahkan bola dengan lebih terkontrol, sedangkan kaki bagian luar dapat digunakan untuk mengubah arah gerakan dengan cepat.

Namun, jarak bola tidak harus selalu sama dalam setiap situasi. Ketika berlari di area terbuka tanpa tekanan lawan, pemain dapat mendorong bola sedikit lebih jauh ke depan supaya bisa bergerak dengan cepat.

Sebaliknya, ketika lawan mendekat, bola perlu dijaga lebih dekat agar pemain dapat segera mengubah arah, menghentikan gerakan, atau melakukan operan.

Selain memperhatikan jarak, pemain juga perlu menjaga posisi tubuh dan arah pandangan. Terlalu sering melihat bola dapat membuat pemain kesulitan mengamati posisi rekan setim maupun lawan.

Oleh sebab itu, latihan menggiring bola sebaiknya dilakukan sambil sesekali mengangkat kepala untuk membaca situasi lapangan.

Latihan sederhana dapat dimulai dengan menggiring bola secara perlahan dalam lintasan lurus, kemudian berlatih mengubah arah melewati beberapa penanda.

Setelah kontrol semakin baik, kecepatan dapat ditingkatkan secara bertahap. Latihan menggunakan kedua kaki juga membantu pemain menjadi lebih fleksibel ketika menghadapi tekanan lawan.

Dengan demikian, keberhasilan menggiring bola tidak hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga ketepatan sentuhan dan kemampuan membaca permainan.

Menjaga bola tetap dalam jangkauan kaki membantu pemain mempertahankan penguasaan serta menentukan langkah berikutnya, sehingga saat menggiring bola tidak boleh terlalu jauh dari jangkauan kaki. (Dista)

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Sepak Bola? Ini Penjelasannya