Kumparan Logo

Kembar Beda Peran di MLSC Semarang: Maora Mesin Gol, Naura Benteng Tim

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebanyak 56 gol dan terus memburu kemenangan. Ammaora Kalani Putri dari MI Pagersari-Patean menjadi pencetak gol terbanyak sementara di Festival SenengSoccer berkat penampilan konsisten sepanjang turnamen. Foto: Dok. Djarum Foundation
zoom-in-whitePerbesar
Sebanyak 56 gol dan terus memburu kemenangan. Ammaora Kalani Putri dari MI Pagersari-Patean menjadi pencetak gol terbanyak sementara di Festival SenengSoccer berkat penampilan konsisten sepanjang turnamen. Foto: Dok. Djarum Foundation

Kisah menarik datang dari gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Semarang Seri 1 2026/27. Ada dua pemain kembar dalam satu tim yang sama, Ammaora Kalani Putri (Maora) dan Annaora Elysia Putri (Naura) dari MI Pagersari-Patean.

Meski lahir sebagai saudara kembar, keduanya memiliki peran berbeda ketika berada di lapangan. Maora menjadi tumpuan lini depan MI Pagersari-Patean, hingga Sabtu (5/9), ia memimpin daftar pencetak gol terbanyak U-12 dengan torehan 56 gol.

Catatan tersebut membuat Maora semakin percaya diri menatap babak semifinal dan final. Ia bahkan sudah memasang target pribadi untuk menambah tiga gol.

“Total 56 gol yang saya cetak sampai hari ini. Harapannya besok, babak semifinal dan final bisa menambah gol lalu menjadi juara. Target saya besok bikin tiga gol,” kata Maora dalam keterangan yang diterima kumparanBOLANITA.

Sebanyak 56 gol dan terus memburu kemenangan. Ammaora Kalani Putri dari MI Pagersari-Patean menjadi pencetak gol terbanyak sementara di Festival SenengSoccer berkat penampilan konsisten sepanjang turnamen. Foto: Dok. Djarum Foundation

Di sisi lain, Naura menjalankan tugas berbeda, ia dipercaya sebagai defender atau benteng pertahanan Pagersari. Meski lebih banyak bertugas mengamankan lini belakang, Naura tetap menunjukkan ketajamannya dengan mengoleksi 12 gol dan menempati posisi keenam daftar top skor U-12.

Bagi Naura, bermain di MLSC bukan hanya soal mencetak gol atau meraih kemenangan. Ia belajar mengenai pentingnya persiapan, mental, fisik, hingga strategi.

“Persiapan mental dan fisik. Harus terampil mengatur strategi maju mundur juga, karena tadi hampir kemasukan,” ujar Naura.

Bergulir di 15 kota, MLSC Seri 1 2026-2027 menjadi bagian dari konsistensi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dalam membuka ruang bagi pesepak bola putri untuk berkembang dan menunjukkan potensinya. Foto: Dok. Djarum Foundation

Turnamen besutan MilkLife & Bakti Olahraga Djarum Foundation ini digelar di di Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud, Jatingaleh. Total, ada 1.091 atlet dari 63 SD/MI yang turut serta dalam seri ini.

Pada Sabtu (5/9) ini, gelaran tersebut sudah menuntaskan babak perempat final bagi kategori U-10 dan U-12. Pada Minggu (6/9) esok, bakal ada duel semifinal hingga final bagi dua kelompok umur tersebut.

Laga penyisihan hingga perempat final berlangsung 2 x 10 menit, sedangkan semifinal dan final 2 x 15 menit. Seluruh pemain juga mendapat kesempatan untuk tampil, sejalan dengan semangat inklusivitas yang diusung turnamen. Foto: Dok. Djarum Foundation

Perubahan Aturan di Musim Baru

Selain menghadirkan persaingan antar-pemain, MLSC musim ini juga membawa sejumlah perubahan aturan. Batas usia peserta diperbarui, U-10 kini diperuntukkan bagi pemain kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018, sedangkan U-12 untuk kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.

Ukuran lapangan U-10 juga diperlebar, dari sebelumnya 40 x 24 meter menjadi 42 x 26 meter.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya MLSC menjaga kompetisi tetap relevan dengan perkembangan pemain sekaligus mendukung regenerasi sepak bola wanita Indonesia.

instagram embed