Kumparan Logo

MLSC Gelar Seri Jaktim & Jogja, Mochi: Negara Kuat Punya Lingkungan seperti Ini

kumparanBOLANITA

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertandingan di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2026/2027. Foto: Dok. MilkLife Soccer Challenge
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2026/2027. Foto: Dok. MilkLife Soccer Challenge

MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026/27 terus memperluas geliat pengembangan sepak bola wanita di Indonesia. Pekan ini, turnamen besutan Bakti Olahraga Djarum Foundation & MilkLife itu menggelar dua event bersamaan di Jakarta Timur dan Yogyakarta pada 15–20 September 2026.

MLSC Yogyakarta Seri 1 digelar di dua lokasi, yakni Stadion Tridadi dan Lapangan Bola Sidomoyo, Sleman. Sebanyak 1.294 pesepak bola wanita dari 76 SD dan MI ambil bagian, dengan rincian 40 tim U-10 dan 83 tim U-12.

Penyelenggaraan MLSC turut mendapat perhatian dari Pelatih Timnas Wanita Indonesia senior, Satoru Mochizuki. Pelatih asal Jepang itu memantau langsung pertandingan di Stadion Tridadi, Sabtu (19/9).

Menurut Mochi, sapaan akrabnya, turnamen seperti MLSC bukan sekadar menjadi wadah pertandingan bagi anak-anak. Kehadiran penyelenggara, pemain, hingga suporter dinilai dapat membentuk lingkungan yang mendukung perkembangan sepak bola wanita sejak usia dini.

“Turnamen seperti ini bisa membentuk ekosistem sepak bola putri yang bagus karena ada penyelenggara, ada pemain, dan ada suporter juga. Jelas ini lingkungan yang bagus dan bisa berefek besar untuk sepak bola putri Indonesia,” ujar Mochi.

Pelatih Timnas Wanita Indonesia, Satoru Mochizuki. Foto: Dok. MilkLife Soccer Challenge

Juru taktik Garuda Pertiwi itu menilai lingkungan bermain yang konsisten menjadi salah satu fondasi penting bagi negara yang memiliki sepak bola kuat. Ia berharap pembinaan yang dilakukan sejak usia dini dapat mulai memperlihatkan hasil dalam lima hingga 10 tahun mendatang.

“Negara-negara dengan sepak bola yang kuat pasti punya lingkungan bagi anak-anak untuk bermain di mana pun dan kapan pun. Indonesia sudah memulai hal itu. Kita tinggal melihat 5 sampai 10 tahun ke depan, ada hasil (bakat) yang bisa dipetik. Bahkan mungkin bisa berpartisipasi di Piala Dunia,” katanya.

MLSC Seri 1 2026–2027 sendiri digelar di 15 kota, yakni Tangerang, Semarang, Jakarta Timur, Yogyakarta, Kudus, Bekasi, Jakarta Utara, Bandung, Surabaya, Garut, Malang, Solo, Samarinda, Banjarmasin, dan Jayapura.

Aya Miyama dan Mana Iwabuchi memberi pelatihan dan arahan terkait teknik dasar bermain sepak bola pada para peserta coaching clinic MilkLife Soccer Challenge with Pokemon di di Lapangan Bola Kingkong Arena, Kamis (17/9/2026). Foto: MilkLife Soccer Challenge

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, menyebut perkembangan tersebut menjadi indikasi semakin luasnya minat anak perempuan terhadap sepak bola.

Sejak dimulai pada 2023, MLSC berkembang dari empat titik menjadi 15 kota pada tahun ini. Chandra juga melihat semakin banyak anak perempuan yang percaya diri bermain sepak bola, termasuk bersama anak laki-laki.

“Ini menunjukkan anak perempuan mulai tertarik bermain sepak bola. Olahraganya semakin inklusif, tidak hanya terbatas di kalangan laki-laki saja,” ucap Chandra.

instagram embed