Kumparan Logo

Profil Rengganis Wijanarto, Jangkar Kokoh Garuda Muda Pertiwi

kumparanBOLANITA

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rengganis Wijanarto, pemain Timnas Wanita U-16 Garuda Pertiwi, saat wawancara dengan kumparanBOLANITA di Lapangan Slipi, Jakarta Barat.
 Foto: Aji Nugrahanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rengganis Wijanarto, pemain Timnas Wanita U-16 Garuda Pertiwi, saat wawancara dengan kumparanBOLANITA di Lapangan Slipi, Jakarta Barat. Foto: Aji Nugrahanto/kumparan

Rengganis Wijanarto tak pernah menyangka mimpinya sejak kecil bisa datang secepat ini. Hasrat mengenakan jersi tim nasional dan membela Indonesia sejak kecil akhirnya bisa terwujud di pertengahan 2026 kemarin.

Kesempatan itu hadir saat Ganis, sapaan akrabnya, terpilih memperkuat Timnas Wanita Indonesia U-16 Garuda Pertiwi dalam ajang Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 di Kudus, Jawa Tengah. Baginya, itu adalah salah satu titik terpenting dalam perjalanan karier sepak bolanya sedari kecil.

Enggak nyangka, aku bangga banget bisa sampai di titik ini, di timnas. Aku bangga dan nggak nyangka bisa bawa nama Indonesia. Akhirnya ini juga cita-cita yang udah lama banget aku pengin ada di tim nasional Indonesia,” ujar Ganis eksklusif kepada kumparanBOLANITA, di Lapangan Slipi, Jakarta Barat, Rabu (2/9).

Tapi, keberhasilan itu tak didapat dengan mudah oleh Ganis. Ia harus menghabiskan bertahun-tahun menjajal berbagai macam turnamen di kelompok umur sebelum akhirnya bisa mengenakan seragam Garuda Muda Pertiwi.

Di sela waktu luangnya pasca-membawa Indonesia ke final Srikandi Merdeka Cup beberapa pekan lalu, Rengganis berbincang dengan kumparanBOLANITA soal dukungan orang tua di awal karier, pengalaman berseragam Timnas Wanita Indonesia kelompok umur hingga, mimpi bermain sepak bola di Negeri Sakura.

Rengganis Wijanarto, pemain Timnas Wanita U-16 Garuda Pertiwi, saat wawancara dengan kumparanBOLANITA di Lapangan Slipi, Jakarta Barat. Foto: Aji Nugrahanto/kumparan

Didukung Penuh Orang Tua

Kecintaan Ganis terhadap sepak bola bermula dari kebiasaannya menemani sang ayah bermain sepak bola. Awalnya, ia hanya senang menendang-nendang bola. Namun, melihat potensi tersebut, sang ayah kemudian membelikannya sepatu dan mengajaknya bergabung ke sebuah sekolah sepak bola (SSB),

Dukungan kedua orang tua itu terus diberikan hingga Ganis mulai serius menekuni sepak bola.

“Kalau misalkan emang mau fokus di bola, jadiin karier buat masa depannya, ya udah fokus aja di bola,” kata Ganis ketika menceritakan dukungan karier sepak bola dari ayahnya.

Bukan hanya soal memberikan perlengkapan bermain, sang ayah juga selalu bersedia mengantarnya berlatih atau bertanding. Bahkan, ketika Ganis membutuhkan sepatu, bola, hingga jersi; orang tuanya berusaha memenuhinya.

Dukungan tersebut menjadi hal yang paling disyukuri Ganis. Terlebih, ia menyadari tidak semua pesepak bola muda memiliki orang tua yang selalu hadir mendampingi perjalanan mereka.

Rengganis Wijanarto, pemain Timnas Wanita U-16 Garuda Pertiwi, saat wawancara dengan kumparanBOLANITA di Lapangan Slipi, Jakarta Barat. Foto: Aji Nugrahanto/kumparan

Debut Timnas di Srikandi Merdeka Cup

Srikandi Merdeka Cup, event sepak bola wanita internasional U-16 besutan Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PSSI, menjadi panggung spesial bagi Ganis. Untuk pertama kalinya, ia merasakan atmosfer pertandingan internasional dengan membawa nama Indonesia, bukan lagi klub.

“Enggak nyangka. Aku bangga banget bisa sampai di titik ini, di timnas,” ujarnya.

Yang lebih membanggakan, Ganis tak cuma jadi pelengkap saja di tim Timnas Wanita Indonesia U-16 Garuda Pertiwi. Pemain kelahiran Jakarta ini tak tergantikan perannya untuk mengisi pos gelandang sepanjang turnamen, Timo Scheunemann selalu memasang Ganis dari laga pertama hingga final kontra Thailand.

Ketika berbicara soal salah satu pertandingan yang paling membekas, Ganis bercerita kalau duel kontra Thailand di laga puncak adalah yang paling tak bisa dilupakan. Meski Garuda Pertiwi kalah 0-1, Ganis menganggap laga tersebut memberikan pengalaman berharga.

Ia bahkan berharap suatu hari bisa kembali menghadapi Thailand dan membalas kekalahan tersebut di ajang lainnya.

Selain pertandingan, atmosfer penonton di Kudus juga meninggalkan kesan mendalam. Saat pertama kali menghadapi Arab Saudi, Ganis mengaku merinding melihat tribune yang dipenuhi suporter.

“Dengan tribune segitu aja itu udah full, apalagi pas lawan Thailand. Aku udah merinding banget, deg-degan parah, nervous parah,” tuturnya.

Pengalaman berharga di Srikandi juga membuat Ganis semakin yakin ingin kembali memperkuat timnas pada ajang berikutnya sekaligus mengantar Indonesia lolos ke Piala Asia Wanita U-17 2027.

“Menurut aku sih bisa ya lolos ya. Apalagi dengan kita yang udah ada tim yang chemistry-nya tuh udah bagus banget tim Garuda Pertiwi kemarin tuh. Terus juga kemarin juga kita menang banyak sama Arab, tapi kita ya bismillah ajalah pasti lolos,” tutur pemain yang membela Putri JP di HYDROPLUS Soccer League 2025/26 kemarin.

Rengganis Wijanarto, pemain Timnas Wanita U-16 Garuda Pertiwi, saat wawancara dengan kumparanBOLANITA di Lapangan Slipi, Jakarta Barat. Foto: Aji Nugrahanto/kumparan

Mimpi Bermain di Jepang

Mimpi Rengganis Wijanarto untuk berseragam Merah-Putih memang baru saja terwujud di Srikandi Merdeka Cup. Tapi, baginya itu bukan puncak dalam karier sepak bolanya.

Dalam jangka panjang, Ganis ingin terus melebarkan kariernya di kompetisi profesional. Terdekat, ia akan bermain di Indonesia Women’s League, lalu target berikutnya ialah bermain sepak bola di Negeri Sakura.

“Jepang sih yang bagus sepak bolanya,” kata Ganis.

Salah satu klub yang ingin ia coba adalah Cerezo Osaka. Ganis bahkan berharap bisa mengikuti uji coba di klub tersebut, seperti yang pernah dilakukan beberapa pesepak bola wanita Indonesia.

Untuk mewujudkan impian itu, Ganis sadar ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Selain meningkatkan kemampuan di lapangan, ia ingin menguasai bahasa Inggris agar lebih mudah berkomunikasi ketika bermain di luar negeri.

“Bahasa sih (yang perlu ditingkatkan) karena kan kita kalau ngomong sama orang enggak mungkin bahasa Jepang ya, mungkin bahasa Inggrisnya gitu. Harus menguasai bahasa Inggrisnya juga. Terus juga persiapan dari latihannya mungkin supaya bisa tercapai aja buat ke Jepang,” pungkas Rengganis Wijanarto.

instagram embed