Konten dari Pengguna

Pohon Ditebang, Nyawa Melayang

Brenda Aurelia Zefanya

Brenda Aurelia Zefanya

Mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Brenda Aurelia Zefanya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: Pohon Ditebang Secara Liar-https://kumparan.com/berita-unik/penebangan-hutan-secara-liar-begini-dampaknya-1vo2uLcQK1t
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Pohon Ditebang Secara Liar-https://kumparan.com/berita-unik/penebangan-hutan-secara-liar-begini-dampaknya-1vo2uLcQK1t

Penebangan Pohon Secara Liar Mengakibatkan Perubahan Iklim

Pernahkah terlintas di pikiran Anda peran manusia dalam kerusakan bumi ini? Manusia memiliki kuasa atas seluruh yang ada di bumi ini. Namun, ulah manusia itu sendiri yang dapat mengancam kehidupan seluruh makhluk hidup dan merusak alam di bumi. Bagaimana bisa manusia yang berakal budi malah bertindak seperti makhluk tanpa akal budi? Betapa menyedihkannya realita dunia ini yang semakin rusak dan tercemar.

Tidak sedikit permasalahan penggundulan hutan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang tidak asing didengar. Alibi pun digunakan demi kepentingan pribadi yang mengakibatkan kerusakan hutan. Dalam hal ini, oligarki menguasai sektor sumber daya alam, sekitar 1% kelompok elite menguasai bisnis pertambangan kayu, batu bara, dan komoditas seperti kelapa sawit.

Hutan-hutan di Indonesia seperti yang berada di Sumatera terpaksa ditebang demi kepentingan industri. Dari 2,12 juta hektar kebun sawit dalam kawasan hutan, sekitar 90,200 hektar perkebunan sawit telah menggusur area hutan konservasi. Hal tersebut, menghasilkan perdebatan bahkan konflik di antara kelompok elite dan warga, bahkan terjadi kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan. Padahal, kawasan konservasi ditetapkan karena memiliki fungsi dalam menjaga keanekaragaman tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. Dengan demikian, para aktivis lingkungan menentang area konservasi ditanami sawit atau komoditas apa pun.

Alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet membuat Indonesia semakin panas. Faktanya, peningkatan suhu yang mengakibatkan kebakaran hutan. Tidak hanya itu, kita juga harus memikirkan habitat hewan di hutan sana. Mereka harus kehilangan tempat tinggalnya demi ketamakan manusia.

Semakin banyak pohon ditebang, semakin banyak pula pencemaran dan bencana yang akan terjadi. Bagaimana nasib kita di dunia ini jika semua pohon ditebang? Tidakkah mereka berpikir nasib yang akan kita hadapi jika penggundulan hutan masih sering terjadi?

Sangat disayangkan bukan, hutan yang indah dan multifungsi harus ditebang demi sejumlah uang.

Penebangan hutan secara liar akan mengancam kehidupan manusia. Kita akan kehilangan sumber oksigen yang murni, yang realitanya polusi udara sudah terjadi di sekitar kita. Selain itu, penebangan hutan ini juga menghasilkan krisis iklim yang akan memengaruhi kehidupan manusia. Sudah dibuktikan oleh bencana iklim semakin mengancam Indonesia, banjir terjadi di berbagai daerah, seperti di Malang, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Serangkaian bencana ini tidak terjadi karena kebetulan tetapi karena ketamakan manusia yang membuat krisis iklim semakin menjadi. Sangat disayangkan, pemerintah mengabaikan permasalahan yang sangat serius ini.

Sudah seharusnya kita sebagai manusia yang berakal budi, tidak menyepelekan permasalahan seperti ini. Jika dampak fatal penebangan hutan semakin terasa, siapa yang mau Anda salahkan?

Dengan demikian, dalam memperingati Hari Pohon Sedunia pada 21 November 2021, banyak hal yang bisa lakukan dalam menjaga lingkungan di sekitar kita. Tidak harus dengan menanam pohon, tetapi kita bisa melakukan dari hal-hal kecil seperti membuang sampah ke tempatnya, tidak merusak tanaman, dan mulai untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Kita harus memiliki pikiran yang maju, tidak hanya memikirkan kesenangan sesaat. Kita harus memikirkan yang akan terjadi ke depan dan menjadi manusia yang lebih rendah hati, tidak egois. Kita di sini sebagai manusia yang bisa bertindak dan bisa menyampaikan suara kita untuk kepentingan bersama. Jika tidak dimulai dari diri sendiri, siapa lagi?

Dengan demikian, akan sangat menyenangkan jika kita bisa menikmati keindahan alam bersama-sama dan akan sangat baik jika lingkungan sekitar kita tetap sehat dan terjaga dengan baik.

Ayo, selamatkan bumi kita!