Konten Media Partner

Jenazah Suster Gabriella Tiba di Jayapura

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Evakuasi jenazah Suster Gabriella, tenaga kesehatan korban kekekerasan KKB di Kiwirok, Pegunungan Bintang. (Dok Pendam Cenderawasih)
zoom-in-whitePerbesar
Evakuasi jenazah Suster Gabriella, tenaga kesehatan korban kekekerasan KKB di Kiwirok, Pegunungan Bintang. (Dok Pendam Cenderawasih)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Jenazah Suster Gabriella Meilani (22), korban kekerasan KKB Lamek Taplo tiba di Kota Jayapura. Jenazah Suster Gabriella dievakuasi bersama dengan satu jenazah TNI korban tembak tadi pagi di Kiwirok, Pegunungan Bintang.

Dua jenazah dievakuasi dengan helikopter jenis Bell milik TNI. Helikopter tiba di Lapangan Makodam Cenderawasih sekitar pukul 13.00 WIT.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Reza Patria menjelaskan TNI Polri berhasil mengevakuasi jenazah Suster Gabriella.

"Hari ini dievakuasi 2 jenazah, yakni Suster Gabriella dan satu anggota TNI yang gugur tadi pagi dalam kontak tembak saat mengamankan kedatangan helikopter untuk evakuasi," jelasnya, Selasa (21/9).

Kapendam mengakui akibat kontak tembak ini, menghambat proses evakuasi dari jadwal semula yang sudah ditetapkan.

"Selanjutnya kedua jenazah akan dibawa ke Rumah sakit Marthen Indey Jayapura," jelasnya.

Kapendam mengakui akibat kontak tembak ini, menghambat proses evakuasi dari jadwal semula yang sudah ditetapkan.

"Selanjutnya kedua jenazah akan dibawa ke Rumah sakit Marthen Indey Jayapura," jelasnya.

Jenazah Suster Gabriella tertahan lebih dari satu minggu di Kiwirok. Evakuasi jenazah terhambat dengan minimnya transportasi dan keamanan di daerah itu.

Suster Gabriella menjadi korban penyerangan KKB Lamek Taplo. Jenazah Suster Gabriella baru ditemukan 3 hari setelah aksi penyerangan KKB ke Puskesmas Kiwirok yang terjadi pada Senin (13/9). Jenazah ditemukan di jurang dengan kedalaman 300 meter dan kecuraman 90 derajat.