Konten Media Partner

Mengenal Kampung Nendali Jayapura, Tempat Sarasehan KMAN VI

Bumi Papuaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Obhe di Kampung Nendali Kabupaten Jayapura. (BumiPapua.com/Alan Youwe)
zoom-in-whitePerbesar
Obhe di Kampung Nendali Kabupaten Jayapura. (BumiPapua.com/Alan Youwe)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Nendali adalah salah satu kampung di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Papua.

Kampung Nendali terletak di pinggir Jalan Raya Sentani - Waena yang juga berada di pesisir Danau Sentani, danau terluas di Papua.

Kampung Nendali menjadi salah satu kampung dari 14 kampung yang menjadi lokasi sarasehan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Tanah Tabi, 24-30 Oktober 2022.

Masyarakat adat Kampung Nendali bermata pencaharian sebagai nelayan, petambak ikan hingga aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Kampung Nendali, Wemfrit Wally mengatakan masyarakat di kampung menyambut antusias sarasehan KMAN VI.

Sejumlah kesiapan dilakukan dalam menyambut tamu KMAN VI yang berasal dari seluruh Indonesia.

Salah satunya melakukan pembangunan dermaga untuk mempermudah kedatangan para tamu atau pengunjung yang menggunakan perahu motor.

Dana Kampung untuk Infrastruktur

Masyarakat di Kampung Nendali Kabupaten Jayapura saat membangun dermaga. (BumiPapua.com/Alan Youwe)

Pembangunan dermaga berukuran sedang berada di belakang Obhe (rumah adat) Kampung Nendali yang dibangun dengan menggunakan dana kampung Rp 30 juta dan direncanakan selesai pembangunan dalam waktu seminggu.

Tak hanya itu saja, masyarakat setempat juga bergotong royong membangun rabat beton di sekitar obhe untuk menambah daya tampung tamu pada pelaksanaan sarasehan KMAN VI.

“Pengecoran beton di sekitar Obhe juga menggunakan dana kampung sebesar Rp 45 juta,” katanya.

Erick Wally, salah satu Khoselo Kampung Nendali menuturkan, selain membangun dermaga, masyarakat Kampung Nendali juga ingin membangun tempat makan khusus bagi para tamu yang dilengkapi dengan mushola.

“Kami berharap panitia lokal dapat merespon dan terlibat langsung bersama masyarakat kampung dalam mempersiapkan segala kebutuhan untuk menyambut KMAN VI,” katanya.

Wemfrid Wally menjelaskan alokasi dana kampung di Nendali juga digunakan untuk program ekonomi hijau yang kebanyakan dilakukan oleh kaum mama, dengan menanam sayur-mayur di sekitar rumah warga.

“Selain sayuran, Kampung Nendali juga menyiapkan ikan, umbi-umbian dan kue sagu untuk KMAN VI,” jelasnya.

Sementara untuk lokasi penginapan peserta sarasehan KMAN VI, Nendali menyiapkan, 20 unit rumah warga.