Potret Masyarakat Adat di Pembukaan KMAN VI Tanah Tabi
·waktu baca 1 menit

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Tanah Tabu resmi dibuka di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Kabupaten Jayapura.
Asisten III Bidang Pemerintahan Umum Setda Provinsi Papua, Y . Derek Hegemur mewakili Gubernur Papua, Lukas Enembe menjelaskan negara mengakui dan menghormati kesatuan dan persatuan masyarakat adat, serta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan tentu dengan prinsip NKRI yang diatur dalam UU.
“Nilai-nilai dan hak konstitusional tradisional itu perlu dibangun, dibina dan dikonsolidasikan guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Derek Hegemur.
Provinsi Papua memiliki identitas budaya yang kuat dan unik, karena itu UUD tentang Otonomi Khusus (Otsus) telah memberikan jaminan dan kepastian serta harapan terhadap pelaksanaan nilai-nilai budaya dalam berbagai lagu, patung, ukiran bahkan pengetahuan teknologi tradisional yang terbagi dalam 7 wilayah adat.
"KMAN VI di Tanah Tabi memiiki nilai penting dan strategis bagi pemerintah untuk memantapkan eksistensi nilai dan kebudayaan yang dianut oleh masyarakat adat," ujarnya.
KMAN VI berlangsung 24-30 Oktober 2022 di Tanah Tabi yang tersebar pada 12 kampung di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Laporan panitia menyebutkan terdapat 2400 duta masyarakat adat dari penjuru nusantara.
