News
·
31 Mei 2021 8:43
·
waktu baca 2 menit

Teroris JAD Sempat Bikin Bom di Merauke tapi Gagal Meledak

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Teroris JAD Sempat Bikin Bom di Merauke tapi Gagal Meledak (1086384)
searchPerbesar
Polisi di depan Gereja Katedral Makassar. Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
Jayapura, BUMIPAPUA.COM-Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri, mengatakan 10 orang terduga teroris yang ditangkap di Merauke merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), jaringan teroris yang melakukan pengeboman di Gereja Katedral Makassar pada Januari 2021.
ADVERTISEMENT
"Kelompok ini tergabung dalam jaringan Ansharut Daulah. Sudah lama kelompok ini di Merauke. Mereka telah dipantau sejak 2019. Jaringan teroris di Merauke sempat berpindah ke Makassar dan kembali lagi ke Merauke," kata Fakhiri, Senin (31/5).
Fakhiri bilang, jaringan ini menyamar sebagai masyarakat biasa, dengan berbagai profesi yang digeluti. "Profesinya ada yang menjadi  buruh, ada yang jadi tukang bangunan, dan kebanyakan jaringan ini terlibat kegiatan keagamaan di Merauke," katanya.
Fakhiri menambahkan, "Saat mereka kembali ke Makassar, diduga ikut terlibat dalam rencana bom bunuh diri di Makassar."
Menurut Fakhiri, jaringan ini sempat membuat bom di Merauke pada 2019. "Tetapi bom yang dibuat tidak meledak. Aksi ini termonitor oleh kepolisian setempat," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sejak aksi yang dilakukan kelompok ini gagal, Densus 88 terus memantau keberadaan jaringan teroris ini selama di Merauke.
"Karena sudah cukup lama memantau kegiatan kelompok ini, maka minggu lalu diputuskan dilakukan penangkapan beberapa orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar. Dalam penangkapan ini ditemukan panah dan senjata api," jelasnya.
Sebelumnya pada Jumat (28/5) pada 4 distrik di Merauke ditangkap 10 terduga teroris. Dalam penangkapan ini terdapat suami-istri yang telah memiliki seorang anak berusia 5 tahun. Dari hasil penangkapan 10 orang, Densus 88 kembali menangkap satu terduga teroris di Merauke.