Bahasa Gaul dari Generasi Milenial, Z, dan Alpha Kian Sulit Dipahami?

Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang (UNPAM).
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bunga Oktafia Cahyani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa adalah alat atau sistem komunikasi yang digunakan manusia untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan informasi. Bahasa juga memiliki banyak ragamnya, ada ragam bahasa lisan dan tertulis. Ragam bahasa lisan adalah bahasa yang dikeluarkan secara verbal untuk berkomunikasi dan penyampaiannya dalam bertutur kata.
Setiap kelompok manusia memiliki bahasa sendiri yang berbeda, baik dalam tata bahasa, kosa kata dan pengucapan. Selain kelompok manusia, perubahan zaman ternyata berpengaruh terhadap bunyi serta makna bahasa. Bahasa gaul sendiri adalah bahasa yang diubah cara penulisan dan pengucapannya, namun tetap memiliki makna yang sama. Bentuk slang atau bahasa gaul ini adalah bahasa yang lebih santai dan sering digunakan oleh kelompok sosial tertentu. Semakin modern, dapat diketahui bahasa semakin sulit dipahami, terlebih dalam penggunaan bahasa gaul atau slang.
Kira-kira bagaimana sih transformasi bahasa gaul atau slang yang dapat berubah-ubah sesuai zamannya? Apakah lebih mudah atau justru semakin sulit untuk dipahami?
Bahasa Gaul Generasi Milenial
EGP merupakan ata slang yang populer digunakan ketika zaman generasi milenial. EGP merupakan singkatan dari (Emang Gue Pikirin) yang bermakna menunjukkan sikap ketidakpedulian terhadap sesuatu. EGP juga berarti "saya tidak peduli" atau "saya tidak perlu memikirkannya, itu bukan urusan saya."
Au Ah gelap, kata slang ini bermakna 'saya tidak ingin tahu' terhadap sesuatu di mana seseorang tidak ingin terlibat dalam suatu urusan yang bukan urusannya.
Kasian deh loe, slang ini memiliki makna 'kasihan sekali kamu' namun dengan nada yang terdengar sarkastik dan mengejek.
Bahasa Gaul Generasi Z
Healing, kata slang yang kerap digunakan gen Z. Kosa kata tersebut berasal dari bahasa inggris "Healing" yang berarti "Menyembuhkan" terhadap diri sendiri secara emosional dan mental karena sesuatu yang membuat batin, mental serta fisik mereka lelah untuk membantu self care agar diri lebih baik.
Fomo, kata berasal dari bahasa inggris ini (Fear of Missing Out) memiliki makna rasa takut ketinggalan atau kehilangan momen penting. Orang-orang yang memiliki sifat fomo ini akan gelisah ketika mereka tidak terlibat dalam sesuatu yang tengah populer. Biasanya hanya untuk mengacaukan atau ikut-ikutan momen saja.
Goshting, sama seperti tadi, kata slang ini menggunakan bahasa inggris dalam konteks romantis. Ghosting atau menghilang secara tiba-tiba dari seseorang tanpa penjelasan, menghindari tanpa memberi tahu alasannya.
Bahasa Gaul Generasi Alpha
Sigma yang berarti "Sigma Male" yaitu konsep yang digunakan untuk memuji lelaki yang tidak mengikuti norma sosial dan lebih percaya diri dengan jalannya sendiri.
Rizz, slang ini merupakan singkatan dari kata "charismatic" yang suka sekali digambarkan untuk merayu dan menarik perhatian dalam konteks romantis. "Dia memiliki rizz yang kuat" (dia memiliki karismatik yang kuat) berarti orang tersebut dapat menarik perhatiannya.
Sikibidi, kata slang ini tampaknya merupakan interpretasi dari bahasa inggris yaitu "sike," yang adalah sebuah eksklamasi yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang sedang bercanda atau tidak serius tentang sesuatu yang baru saja mereka katakan. Kata ini digunakan untuk menggoda atau mengejutkan orang lain dengan berpura-pura mengatakan sesuatu yang serius, hanya untuk menarik kembali dan mengatakan sebaliknya. "Yeay, aku dapat nilai seratus.... sikibidi." Mungkin dalam bahasa formal sama dengan kata "bercanda" atau "tapi bohong."
Dapat dilihat perbedaan bahasa gaul mulai dari generasi Milenial, generasi Z dan generasi Alpha. Bahasa gaul yang semula hanya berupa singkatan dari bahasa Indonesia kini bahasa gaul sudah mengikuti tren dengan menggunakan bahasa Inggris. Itu dikarenakan seiring berkembangnya zaman, perubahan bahasa Indonesia dengan mudah tergerus ke bahasa asing, terutama dalam slang.
Tampak bahasa gaul di kalangan generasi Alpha lebih susah karena selain berbahasa inggris, bahasa gaul itu pun sudah melalui proses slang atau singkatan yang mungkin orang awam tidak tahu apa maknanya. Bahasa gaul di kalangan Generasi Alpha terus berkembang dikarenakan sering kali dipengaruhi oleh tren media sosial, meme, dan budaya pop.
