Mahasiswa Unpam Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Citayam

Mahasiswa Universitas Pamulang.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari cahya caesa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Universitas Pamulang mengajak masyarakat Citayam meningkatkan kesadaran lingkungan, menerapkan prinsip 3R, dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Mahasiswa universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di RW 011, Jalan Raya Citayam, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok. Mengangkat tema "Membangun Kesadaran dan Kreativitas Masyarakat dalam Pengolahan Sampah Berkelanjutan," Kegiatan ini mengajak warga meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan sampah, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) serta kreativitas mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Pengelolaan sampah masih menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah rumah tangga yang tidak dipilah dapat menyulitkan proses pengolahan dan mengurangi peluang pemanfaatan kembali barang yang sebenarnya masih memiliki kegunaan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Pamulang mengajak masyarakat untuk melihat sampah tidak hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama. Dengan kebiasaan yang tepat, sebagian sampah dapat dikurangi, digunakan kembali, atau diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat.
Pembahasan dalam kegiatan PKM ini mencakup tiga hal yang saling berkaitan, yaitu membangun kesadaran lingkungan, menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui prinsip 3R, dan mengembangkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan barang bekas.
Kesadaran Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah dari Rumah
Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai merupakan beberapa langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kesadaran tersebut penting karena pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan tempat pembuangan, tetapi juga pada kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah sejak awal. Ketika sampah langsung dicampur, barang yang masih dapat dimanfaatkan berisiko menjadi sulit dipisahkan dan diolah kembali.
Sebaliknya, pemilahan sampah dapat membantu masyarakat mengenali jenis sampah yang masih memiliki potensi untuk digunakan kembali atau didaur ulang. Sampah organik, seperti sisa buah dan sayuran, dapat diolah menjadi kompos dengan metode yang sesuai. Sementara itu, beberapa jenis sampah anorganik dapat dimanfaatkan kembali atau disalurkan ke fasilitas daur ulang.
Perubahan kebiasaan tersebut tidak harus dilakukan sekaligus. Masyarakat dapat memulainya dari rumah masing-masing, kemudian membangun kebiasaan yang sama secara konsisten di lingkungan tempat tinggal.
Penerapan Prinsip 3R dalam Pengelolaan Sampah
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sampah adalah prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Ketiga prinsip ini menekankan pentingnya mengurangi sampah sejak awal, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang bahan yang dapat diolah menjadi produk baru.
Reduce berarti mengurangi barang yang berpotensi menjadi sampah. Contohnya adalah membawa tas belanja sendiri, menggunakan tumbler, dan membatasi penggunaan plastik sekali pakai.
Reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Wadah bekas yang bersih, misalnya, dapat digunakan untuk menyimpan barang sesuai dengan fungsi dan keamanan bahannya.
Sementara itu, Recycle merupakan proses mendaur ulang bahan bekas menjadi produk atau bahan baru. Kegiatan ini dapat dilakukan sesuai dengan jenis material, kondisi bahan, dan fasilitas pengolahan yang tersedia.
Penerapan prinsip 3R membantu masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan membuangnya ke tempat yang tersedia. Mengurangi timbulan sampah dan memaksimalkan pemanfaatan barang yang masih layak juga menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan.
Kreativitas Mengolah Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Selain berkaitan dengan kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah juga dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas. Sejumlah barang bekas yang sering ditemukan di rumah dapat dimanfaatkan menjadi produk baru apabila bahan dan kondisinya sesuai.
Botol plastik, misalnya, dapat digunakan sebagai pot tanaman. Kardus bekas dapat diolah menjadi tempat penyimpanan, sedangkan kain perca dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan sederhana.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi salah satu cara untuk memperpanjang masa guna barang yang sebelumnya tidak terpakai. Pemanfaatan barang bekas juga dapat menjadi kegiatan produktif yang dilakukan dengan bahan yang relatif mudah ditemukan.
Lebih jauh, produk hasil kreativitas dari barang bekas berpotensi memiliki nilai ekonomi. Namun, peluang tersebut perlu didukung oleh kualitas produk, fungsi yang jelas, tampilan yang menarik, serta kesesuaian dengan kebutuhan calon pembeli.
Masyarakat juga perlu mempertimbangkan biaya bahan tambahan, waktu pengerjaan, dan kemungkinan permintaan pasar sebelum mengembangkan produk untuk dijual. Dengan demikian, pemanfaatan sampah tidak hanya berorientasi pada hasil kerajinan, tetapi juga memperhatikan kelayakan dan manfaatnya.
Meski demikian, tidak semua jenis sampah dapat langsung dijadikan produk. Pemilihan bahan yang aman dan proses pengolahan yang sesuai tetap diperlukan agar produk yang dihasilkan dapat digunakan dengan baik.
Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Pengelolaan sampah yang berkelanjutan membutuhkan keterklibatan berbagai pihak. Mahasiswa dapat berperan dalam menyampaikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran, sedangkan masyarakat meilmiliki peran penting dalam menerapkan kebiasaan tersebut secara langsung di lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan PKM Universitas Pamulang di RW 011 Citayam menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pembahasan mengenai pengelolaan sampah. Materi tentang kesadaran lingkungan, prinsip 3R, dan kreativitas pemanfaatan barang bekas saling melengkapi dalam memberikan pemahaman bahwa sampah dapat ditangani melalui berbagai pendekatan.
Keberlanjutan pengelolaan sampah juga memerlukan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten setelah kegiatan selesai. Pemilihan sampah dari rumah, pengurangan barang sekali pakai, penggunaan kembali barang yang masih layak, dan penyaluran sampah yang dapat didaur ulang merupakan beberapa langkah yang dapat diterapkan sesuai kondisi lingkungan.
Pada akhirnya, pengelolaan sampah bukan hanya persoalan membuang barang yang sudah tidak digunakan. Upaya ini juga berkaitan dengan perubahan kebiasaan, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan kemampuan melihat potensi pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak.
Melalui peningkatan kesadaran lingkungan, penerapan prinsip 3R, dan pengembangan kreativitas, masyarakat memiliki peluang untuk membangun lingkungan yang lebih bersih sekaligus memanfaatkan barang bekas secara lebih produktif.
