Kumparan Logo

Alfred Young Sugiri Kembali ke Wina, Bawakan Mozart Bersama Orkestra Hungaria

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pianis asal Indoesia Alfred Young Sugiri tampil di Wina. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pianis asal Indoesia Alfred Young Sugiri tampil di Wina. Foto: Istimewa

Pianis asal Indonesia Alfred Young Sugiri kembali ke panggung Eropa. Setelah terakhir tampil di Wina sekitar 2012-2013, Alfred dijadwalkan tampil sebagai solis bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok di ORF Radiokulturhaus, Wina, Austria, pada 1 Oktober 2026.

Dalam konser tersebut, Alfred akan membawakan salah satu karya Wolfgang Amadeus Mozart, Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488. Penampilannya akan dipimpin konduktor asal Amerika Serikat, Everett McCorvey.

Konser di Wina merupakan bagian dari rangkaian penampilan Alfred di Eropa. Sebelumnya, ia juga dijadwalkan tampil dalam sebuah konser privat di Hungaria. Jika pertunjukan di Hungaria hanya diperuntukkan bagi undangan terbatas, konser di Wina terbuka untuk publik dengan kapasitas sekitar 1.500 hingga 2.000 penonton.

“Dapat undangan tampil lagi di Eropa kali ini rasanya campur aduk, antara senang, deg-degan, nervous, dan bangga karena masih diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk tampil di hadapan publik Eropa,” ujar Alfred.

Bagi Alfred, kembali mendapat kesempatan tampil di Wina menjadi pengalaman yang berarti karena ia terakhir kali tampil di kota tersebut sekitar 2012-2013. Setelah itu, ia terakhir tampil di Eropa secara umum pada 2016.

Turunkan 13 Kg demi Persiapan Konser Mozart

Ada persiapan khusus yang dilakukan Alfred menjelang penampilannya di Wina. Ia menjalani persiapan fisik selama sekitar satu setengah bulan dan berhasil menurunkan berat badan hingga 13 kilogram.

Menurut Alfred, kondisi fisik menjadi salah satu faktor penting ketika memainkan karya Mozart yang berdurasi sekitar 30 menit secara berkelanjutan bersama puluhan musisi dalam orkestra.

“Bermain piano itu pada dasarnya menyatukan tubuh, jiwa, dan otak. Jika stamina tidak fit, pernapasan saat bermain bisa terengah-engah dan mengganggu artikulasi musik,” jelasnya.

Pianis asal Indoesia Alfred Young Sugiri tampil di Wina. Foto: Istimewa

Alfred juga mengatakan persiapan fisik dibutuhkan agar ia dapat menjaga kestabilan pernapasan dan konsentrasi selama pertunjukan.

“Dengan stamina fisik yang prima, permainan piano jadi hidup, berkarakter, dan auranya muncul. Alunan irama yang dihasilkan mampu menghanyutkan imajinasi, perasaan, serta emosi para pendengar,” lanjut Alfred.

Untuk konser di Wina, Alfred akan berkolaborasi langsung dengan Everett McCorvey sebagai konduktor. Sementara itu, violinis Maria Solozobova juga akan tampil dalam konser tersebut, meski mengisi sesi pertunjukan yang berbeda.

Alfred menyebut pola latihan bersama orkestra profesional Eropa berbeda dengan proses latihan pertunjukan musik pada umumnya. Latihan dapat dilakukan satu atau dua kali karena para pemain dituntut memiliki kepekaan pendengaran dan kemampuan mengikuti arahan konduktor.

Dari Bandung hingga Menempuh Pendidikan Musik di Jerman

Alfred lahir di Bandung pada 1991. Ia mulai belajar piano dari sejumlah guru musik di Indonesia, di antaranya Nancy Lukman, Didi Kasman, dan Iswargia R. Sudarno.

Sejak usia muda, Alfred telah mengikuti sejumlah kompetisi piano nasional. Pada usia 18 tahun, ia kemudian melanjutkan pendidikan musik ke Jerman.

Ia menempuh pendidikan di Musikhochschule Detmold dan Musikhochschule Lübeck, hingga meraih gelar Bachelor dan Master of Music dengan predikat Sehr Gut.

Pengalamannya di Eropa kemudian berkembang melalui berbagai festival, kompetisi, masterclass, serta penampilan di sejumlah institusi musik. Ia juga pernah mendapat kesempatan tampil dalam berbagai agenda yang melibatkan C. Bechstein, Steinway & Sons, dan Yamaha Foundation of Europe.

Pianis asal Indoesia Alfred Young Sugiri tampil di Wina. Foto: Istimewa

Selain piano, Alfred juga memperdalam harpsichord bersama Prof. Hans Jürgen Schnoor di Musikhochschule Lübeck. Ia juga mengikuti masterclass bersama Prof. Evgeny Koroliov dan berkolaborasi dengan sejumlah komponis kontemporer asal Jerman.

Di Indonesia, Alfred juga aktif sebagai pendidik musik. Ia kini menjabat sebagai Direktur PT Kawai Piano Indonesia dan menjadi salah satu pendiri RAEL Music Academy. Ia rutin memberikan seminar dan masterclass, serta menjadi juri dalam sejumlah kompetisi musik.

Melalui aktivitas pendidikannya, Alfred juga membimbing sejumlah murid yang kemudian mengikuti kompetisi piano internasional dan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi musik di dunia.

Pianis asal Indoesia Alfred Young Sugiri tampil di Wina. Foto: Istimewa

Kini, melalui penampilannya di Wina, Alfred ingin menunjukkan bahwa musisi Indonesia juga memiliki kesempatan untuk tampil di panggung musik klasik internasional.

“Selama ini masih sangat langka musisi asal Indonesia yang diundang tampil di panggung konser musik klasik Eropa. Melalui penampilan ini, saya ingin membuktikan kepada anak-anak muda Indonesia bahwa dihargai di panggung orkestra dunia bukanlah hal yang mustahil diraih,” kata Alfred.

Penampilan Alfred Young Sugiri bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok akan berlangsung di ORF Radiokulturhaus, Wina, Austria, pada 1 Oktober 2026.