Kumparan Logo

Aruma Berani Keluar dari Zona Nyaman, Siap Belajar Akting demi Proyek Musik

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi Aruma. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi Aruma. Foto: Istimewa

Penyanyi Aruma memiliki ambisi besar untuk perjalanan karier bermusiknya. Pelantun Muak itu ingin menghadirkan karya yang tak hanya kuat dari sisi lagu, tetapi juga memiliki benang merah yang saling terhubung lewat cerita dan visual.

Menurut Aruma, satu lagu sering kali belum cukup untuk menggambarkan seluruh emosi yang ingin ia sampaikan kepada pendengar.

"Aku selalu merasa satu lagu rasanya nggak pernah cukup untuk menceritakan semua yang ingin aku sampaikan. Setiap lagu biasanya menangkap satu emosi di satu titik waktu, padahal hidup kan jauh lebih kompleks dari itu," ujar Aruma.

Penyanyi Aruma. Foto: Istimewa

Karena itu, ia mulai membayangkan sebuah universe yang menghubungkan setiap lagu menjadi satu perjalanan emosional yang utuh.

"Aku tertarik membangun karya yang saling terhubung supaya pendengar bisa ikut melihat perjalanan emosinya secara utuh, bukan cuma satu potongan cerita," katanya.

Aruma mengibaratkan setiap lagu sebagai satu bab dalam sebuah buku. Meski masing-masing bisa berdiri sendiri, seluruh karya akan terasa lebih lengkap ketika dinikmati sebagai satu kesatuan.

"Aku suka berpikir kalau setiap lagu itu seperti satu bab dalam sebuah buku. Kalau dibaca satu per satu mungkin tetap bermakna, tapi ketika semuanya disatukan, ceritanya jadi jauh lebih lengkap," tuturnya.

Tak hanya fokus pada musik, Aruma juga ingin membangun identitas visual yang kuat. Baginya, visual bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari proses bercerita.

"Buat aku, visual bukan pelengkap lagu, tapi bagian dari cara bercerita. Ada perasaan-perasaan yang mungkin sulit dijelaskan lewat lirik saja, tapi bisa langsung terasa lewat warna, pencahayaan, atau ruang yang kita lihat," ungkapnya.

Penampilan Aruma dan SB19 di Konser Simula Singapura. Foto: Dok. Istimewa

Ia berharap setiap karya nantinya memiliki ciri khas visual yang mudah dikenali.

"Ke depannya aku ingin setiap karya punya dunianya sendiri. Jadi ketika orang melihat sebuah frame, warna tertentu, atau simbol tertentu, mereka langsung merasa, 'Ini dunia Aruma.' Aku ingin visualnya terasa sinematik, intim, dan penuh detail kecil," ujarnya.

Demi mewujudkan konsep tersebut, Aruma bahkan berencana mempelajari dunia akting. Menurutnya, kemampuan berakting dapat membantunya menyampaikan emosi dengan lebih jujur saat tampil di video musik maupun proyek visual lainnya.

"Aku ingin belajar akting bukan untuk menjadi orang lain, tapi supaya aku bisa lebih jujur saat menyampaikan cerita. Kadang ekspresi kecil atau tatapan mata saja bisa menyampaikan sesuatu yang nggak perlu dijelaskan dengan kata-kata," jelasnya.

Aruma di Acara 'Tribute @america: Hispanic Culture Trough Movie Soundtrack'. Foto: Sony Music Indonesia

Lewat perpaduan musik, cerita, dan visual, Aruma berharap karya-karyanya bisa menjadi ruang yang membuat pendengar merasa ditemani.

"Kalau setelah mendengarkan musikku ada satu orang yang pulang dengan perasaan, 'Ternyata aku nggak sendirian,' atau bahkan, 'Ternyata aku cukup,' buat aku itu sudah lebih dari cukup. Karena pada akhirnya, aku ingin karya-karyaku menjadi ruang yang aman untuk merasakan apa pun yang sedang dirasakan, tanpa harus buru-buru menjadi baik-baik saja," tutup Aruma.