Belajar Mencintai dari ‘durian’, Lagu No Na di Album ‘Island Girl’

No Na baru saja merilis album perdana bertajuk Island Girl. Album tersebut berisi 15 lagu yang memperkenalkan warna musik sekaligus cerita yang ingin disampaikan No Na kepada pendengar.
Salah satu lagu yang menarik perhatian adalah durian. Uniknya, tidak ada satu pun kata “durian” yang disebutkan dalam lirik lagu tersebut.
Lantas, mengapa lagu ini diberi judul durian?
Jika membaca liriknya lebih jauh, judul tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk memahami kisah cinta yang dibawa No Na. Seperti buah durian yang punya kulit keras dan berduri, tetapi menyimpan daging buah yang lembut dan manis, lagu ini juga berbicara tentang cinta yang punya dua sisi: indah, tetapi sekaligus menyimpan risiko untuk terluka.
Tak Ada Kata ‘durian’ dalam Lirik
Sepanjang lagu, No Na tidak pernah menyebut kata “durian”. Liriknya justru dipenuhi gambaran tentang jatuh cinta dan kedekatan dengan seseorang.
“My heart skipped a beat, it was paradise,” menjadi pembuka yang menggambarkan perasaan ketika seseorang mulai jatuh cinta. Kehadiran orang tersebut terasa seperti sesuatu yang indah dan hampir seperti surga.
Perasaan itu kemudian semakin intim lewat lirik, “The way you say my name feels like heaven.”
Hal-hal sederhana seperti mendengar seseorang menyebut namanya saja sudah bisa terasa begitu istimewa ketika sedang jatuh cinta.
Namun, di balik gambaran romantis tersebut, No Na mulai menunjukkan sisi lain dari hubungan mereka.
Cinta Juga Punya Duri
“Baby if I'm giving you my heart just to break / I've got no one left to blame.”
Lirik tersebut memperlihatkan kesadaran bahwa memberikan hati kepada seseorang selalu datang dengan risiko. Ketika seseorang memilih untuk mencintai, ia juga membuka kemungkinan untuk disakiti.
Di titik ini, gambaran tentang durian terasa relevan untuk membaca lagu tersebut.
Durian memiliki bagian luar yang keras dan berduri. Untuk menikmati bagian dalamnya yang lembut dan manis, seseorang harus terlebih dahulu melewati kulit yang bisa melukai tangan.
Begitu pula dengan cinta dalam durian. Ada sesuatu yang manis di dalamnya, tetapi untuk merasakannya, seseorang harus berani menghadapi kemungkinan terluka.
“I Would Rather Love”
Menariknya, No Na tidak memilih untuk menghindari risiko tersebut.
“I would rather love / Even if we fall apart.”
Kalimat tersebut menjadi salah satu kunci untuk memahami lagu durian. Cinta dalam lagu ini bukan tentang mendapatkan jaminan bahwa sebuah hubungan akan bertahan selamanya.
Sebaliknya, ada keberanian untuk tetap mencintai meskipun kemungkinan berpisah sudah disadari.
Satu Tarian Terakhir
Gagasan tersebut juga terasa melalui pengulangan kalimat, “I'll give you one last dance.”
“Dance” dapat dibaca sebagai metafora hubungan yang sedang dijalani bersama. Ada kemungkinan bahwa kebersamaan mereka tidak akan berlangsung selamanya, tetapi selama kesempatan itu masih ada, mereka memilih untuk menikmatinya.
Bahkan menjelang akhir lagu, muncul lirik:
“If this is the last time / My last chance with you.”
Ada kesadaran bahwa mungkin saja ini adalah kesempatan terakhir mereka.
Namun, alih-alih memilih pergi, No Na justru menutup lagu dengan pertanyaan:
“Can we keep on dancing?”
Seolah masih ada harapan agar tarian tersebut belum benar-benar berakhir.
Pada akhirnya, durian bisa dibaca sebagai cerita tentang keberanian untuk mencintai tanpa mengetahui apakah hubungan tersebut akan berakhir bahagia.
Seperti durian yang tidak bisa dinikmati tanpa melewati durinya, cinta juga bisa membawa rasa sakit. Tetapi di balik risiko tersebut, ada pengalaman manis yang mungkin tidak akan didapatkan jika seseorang memilih untuk tidak mencoba sama sekali.
Lalu, pernahkah kamu mengalami versi “durian” dalam kisah cintamu?
