Budi Doremi Bicara soal Single Cinta Diri Sendiri: Kapan Harus Bilang “Yaudah”?

Ada kalanya seseorang sudah merasa melakukan segala hal dengan benar dalam sebuah hubungan. Sudah memberi perhatian, berusaha memahami, bahkan bertahan sejauh mungkin. Namun, semua usaha tersebut tetap tidak membuat orang yang diinginkan memilih untuk tinggal.
Bagi Budi Doremi, situasi seperti itu tidak selalu harus dihadapi dengan usaha yang lebih keras. Ada titik ketika seseorang perlu menyadari bahwa yang telah dilakukannya sudah cukup dan mulai belajar melepaskan.
Pemikiran tersebut menjadi dasar lagu terbaru Budi, Cinta Diri Sendiri.
Lewat lagu ini, Budi tidak ingin berbicara tentang menyerah karena kecewa ataupun berpura-pura baik-baik saja setelah kehilangan seseorang. Ia justru ingin mengajak pendengar memahami bahwa mencintai diri sendiri juga berarti mengetahui kapan harus berhenti menaruh seluruh kebahagiaan kepada orang lain.
Budi menyebut keputusan untuk mengatakan "yaudah" bukan berarti seseorang kalah dalam memperjuangkan hubungan. Justru, ada kalanya melepaskan menjadi bentuk lain dari menjaga diri.
Lagu Cinta Diri Sendiri sebenarnya telah ditulis Budi sejak 2022 di Pangandaran. Saat itu, ia baru mulai kembali bekerja setelah pandemi. Empat tahun kemudian, ketika kembali mendengarkan lagu tersebut bersama tim DRM, Budi merasa cerita di dalamnya masih relevan dengan kehidupannya saat ini.
Jangan Sampai Diri Sendiri Ikut Ditinggalkan
Salah satu hal yang menjadi perhatian Budi dalam Cinta Diri Sendiri adalah kecenderungan seseorang untuk terlalu memikirkan orang lain atau people pleasing.
Kebiasaan tersebut, menurut Budi, juga bisa terbawa ketika seseorang menjalani hubungan. Karena terlalu ingin hubungan berjalan sesuai harapan, seseorang terkadang memberikan terlalu banyak hal hingga lupa menetapkan batas untuk dirinya sendiri.
"Ketika kita tahu batas, kita bisa menyelamatkan banyak hal dalam hidup kita. Nggak perlu segitunya lah sayang sama orang. Boleh kita cinta mati, boleh kita ngebet banget sama seseorang. Tapi kita jangan lupa bahwa orang itu bisa pergi, diri kita sendiri yang nggak boleh ditinggalin," ujar Budi.
Bagi Budi, mencintai diri sendiri juga berkaitan erat dengan proses move on. Bukan hanya soal melupakan seseorang, tetapi menerima ketika sebuah hubungan memang sudah tidak bisa berjalan dan memahami kapan waktunya berhenti memperjuangkannya.
Pemahaman itu tidak datang begitu saja. Budi mengaku pernah mempertahankan sebuah hubungan lebih lama dari yang seharusnya, meski sebenarnya ia sudah mengetahui ada banyak hal yang sulit dijalani bersama.
Hubungan tersebut tetap dipaksakan hingga akhirnya justru menimbulkan luka.
Dari pengalaman itu, Budi mulai belajar membedakan sesuatu yang masih layak diperjuangkan dengan hal yang sebenarnya sudah waktunya dilepaskan.
Ia pun mempertanyakan kembali anggapan bahwa seseorang harus selalu memberikan yang terbaik agar sebuah hubungan berhasil.
Menurut Budi, yang tidak kalah penting adalah melihat apakah orang yang diperjuangkan memiliki keinginan yang sama.
"Kalau orang itu juga punya niat yang sama dengan kita, kita akan memperjuangkan sesuatu karena adanya komitmen. Kalau nggak ada komitmen, ngapain memperjuangkan?" tuturnya.
Cerita Berat, Dibawakan dengan Cara Ringan
Meski membawa tema reflektif, Cinta Diri Sendiri tidak dikemas sebagai lagu patah hati yang muram.
Budi justru menghadirkan musik yang hangat dan ringan dengan sentuhan ukulele serta biola. Pendekatan tersebut membuat cerita tentang kehilangan dan belajar melepaskan terasa lebih bersahabat.
Budi bahkan menyelipkan ironi dalam liriknya. Ada bagian yang menggambarkan seseorang yang mungkin merasa dirinya terlalu baik, sementara orang yang disukainya justru mencari sosok yang bisa membuatnya menangis.
Alih-alih meratapi situasi tersebut, Budi memilih melihatnya dengan humor.
Pendekatan serupa juga diterapkan dalam video musik Cinta Diri Sendiri. Budi menggandeng Ardit Erwandha, Zoul Pandjoul, dan Shanika Ancita untuk menghadirkan visual yang lebih playful dan hidup.
Cerita tentang patah hati pun tidak dibuat terlalu serius, melainkan disampaikan dengan cara yang ringan.
Bagian dari Cerita Budi Saat Ini
Cinta Diri Sendiri menjadi bagian dari perjalanan Budi menuju EP terbarunya. Saat ini, proses pengerjaan EP tersebut telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen dan rencananya akan berisi empat lagu.
Setiap lagu akan merepresentasikan fase kehidupan Budi saat ini, mulai dari keluarga, mencintai diri sendiri, hingga proses belajar menghargai diri tanpa terlalu memikirkan penilaian orang lain.
Sebelumnya, Budi telah memperkenalkan Ada Untukmu sebagai single pertama dari rangkaian tersebut. Lagu itu bercerita tentang kerinduannya terhadap keluarga ketika harus berada jauh dari rumah karena pekerjaan.
Sementara Cinta Diri Sendiri membawa persoalan yang lebih personal mengenai kebiasaan menyenangkan orang lain, membangun batas, dan belajar memahami kebutuhan diri sendiri.
