Kumparan Logo

Bukan Sekadar Konser, myBCA Java Jazz 2026 Hadirkan Momen yang Sulit Dilupakan

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Band Mocca di Stage Bus Jazz. Foto: MLDSPOT
zoom-in-whitePerbesar
Band Mocca di Stage Bus Jazz. Foto: MLDSPOT

Bagi banyak orang, festival musik adalah tentang menyaksikan musisi favorit tampil di atas panggung. Namun di myBCA International Java Jazz Festival 2026, pengalaman yang tercipta terasa lebih dari sekadar menonton konser.

Selama tiga hari penyelenggaraan pada 29-31 Mei 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, ribuan pengunjung datang dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang ingin menikmati penampilan musisi idolanya, ada yang berkumpul bersama teman, dan ada pula yang sekadar ingin merasakan atmosfer salah satu festival musik terbesar di Indonesia.

Di tengah padatnya jadwal pertunjukan, banyak momen berkesan justru lahir secara spontan. Obrolan dengan orang yang baru dikenal, nyanyian bersama lagu favorit, hingga pengalaman menikmati musik dari jarak yang lebih dekat menjadi bagian dari cerita yang dibawa pulang para pengunjung.

Band Mocca di Stage Bus Jazz. Foto: MLDSPOT

Salah satu sudut yang ramai didatangi pengunjung adalah MLDSPOT Stage Bus Jazz. Mengusung konsep panggung di atas bus, area ini menawarkan suasana yang berbeda dari panggung festival pada umumnya. Penonton bisa menikmati musik sambil bersantai di area food bazaar, menciptakan pengalaman yang terasa lebih santai dan personal.

Sepanjang festival, panggung tersebut menghadirkan beragam penampil, mulai dari Hezky Joe Sextet, Biru Baru, Jordan Susanto, Almira's Infinite Playground, Gabriella Fernaldi, Mocca, Monita Tahalea, hingga Coldiac.

Penampilan Mocca menjadi salah satu yang meninggalkan kesan mendalam. Arina, sang vokalis, mengaku sempat mengira perhatian pengunjung akan terbagi karena lokasi panggung berada di area food bazaar.

"Kami sempat berpikir perhatian pengunjung akan terbagi antara makan dan menonton pertunjukan. Ternyata justru sebaliknya, suasananya sangat ramai dan hangat. Banyak yang ikut bernyanyi bersama dan kami terharu melihat para penonton hafal lagu-lagu Mocca," ujar Arina dalam keterangan resminya, Selasa (2/6).

Sementara itu, bassist Mocca, Toma, menilai konsep panggung tersebut menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi musisi maupun penonton.

"Konsepnya unik dan menarik. Dari kejauhan saja orang pasti langsung penasaran. Memang ada tantangan karena ukuran panggung yang terbatas, tetapi justru itu yang membuat pengalaman tampil di Stage Bus menjadi spesial," katanya.

Panggung MLDSPOT di Java Jazz 2026. Foto: MLDSPOT

Selain menikmati pertunjukan musik, pengunjung juga disuguhi berbagai aktivitas interaktif yang membuat suasana festival terasa semakin hidup. Mulai dari area untuk berfoto, berbagi pesan, menikmati sajian minuman segar, hingga sesi karaoke yang mengundang banyak orang bernyanyi bersama.

Momen-momen seperti inilah yang membuat Java Jazz selalu memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat musik. Bukan hanya karena deretan nama besar yang tampil setiap tahunnya, tetapi juga karena pengalaman yang tercipta di sela-sela festival.

Java Jazz 2026 sekali lagi membuktikan bahwa musik memiliki cara unik untuk mempertemukan orang-orang, menciptakan hubungan, dan menghadirkan momen yang akan terus dikenang jauh setelah lampu panggung padam.