Kumparan Logo

Buku #HaHa Leadership, Cara Ita Sembiring Membahas Kepemimpinan Tanpa Menggurui

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers dan Launching Buku #HaHa Leadership. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers dan Launching Buku #HaHa Leadership. Foto: Istimewa

Pembahasan soal kepemimpinan biasanya identik dengan teori, strategi, dan berbagai karakter ideal seorang pemimpin. Namun, Ita Sembiring memilih pendekatan berbeda. Lewat buku terbarunya, #HaHa Leadership, ia membahas dunia kepemimpinan dengan humor dan cerita yang dekat dengan keseharian di tempat kerja.

Buku tersebut resmi diluncurkan dalam acara Book Launching & Press Conference di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, 18 September lalu.

Bagi Ita, humor bukan sekadar cara untuk membuat pembahasan kepemimpinan terasa ringan. Ia justru menggunakannya sebagai pintu masuk untuk mengajak pembaca melihat kembali perilaku dan pengalaman mereka sendiri di lingkungan kerja.

Ia berharap pembaca bisa sampai pada pertanyaan sederhana setelah membaca cerita-cerita di dalam buku tersebut: “Saya pemimpin seperti yang diceritakan di buku ini, nggak ya?”

“Setiap humor memiliki ruang interpretasi dan lewat komedi pula kita mampu memulai bahkan membangun percakapan sekalipun topiknya tidak mudah. Jadi melalui buku ini saya mencoba menyajikan keresahan pribadi dalam dunia kerja,” ujar Ita.

Konferensi Pers dan Launching Buku #HaHa Leadership. Foto: Istimewa

Menurut Ita, pemimpin yang baik bukan berarti seseorang yang selalu terlihat sempurna. Kemampuan untuk terus belajar dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang-orang di sekitarnya ikut berkembang juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan.

Hal tersebut semakin relevan dengan perubahan dunia kerja yang membuat kreativitas, kolaborasi, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemampuan beradaptasi semakin dibutuhkan.

Ditulis dalam 111 Jam

Di balik proses penulisannya, #HaHa Leadership juga menjadi ruang bagi Ita untuk mengolah berbagai pengalaman dan kekecewaan yang ia temui dalam dunia kerja.

Buku tersebut bahkan diselesaikannya dalam waktu 111 jam.

“Jujur menulis buku yang saya selesaikan dalam 111 jam ini, merupakan terapi jiwa dan alat bantu berkualitas untuk melepas rasa kecewa,” tutur Ita.

Lewat buku tersebut, Ita mencoba berbagi tentang bagaimana seseorang dapat mengelola berbagai situasi di lingkungan kerja, termasuk belajar memimpin dirinya sendiri sebelum menghadapi beragam karakter pemimpin.

Ia juga tidak ingin pembahasan kepemimpinan dalam #HaHa Leadership berhenti pada teori. Berbagai situasi yang diangkat dibuat dekat dengan pengalaman sehari-hari sehingga pembaca dapat menemukan kemungkinan dirinya sendiri di dalam cerita tersebut.

“...demi bisa memimpin diri sendiri terlebih dahulu agar selanjutnya mampu menerima pemimpin yang bagaimanapun bentuknya,” lanjut Ita.

Konferensi Pers dan Launching Buku #HaHa Leadership. Foto: Istimewa

Pendekatan tersebut juga membuat #HaHa Leadership tidak hanya ditujukan untuk orang yang memiliki posisi sebagai pemimpin. Berbagai pengalaman di lingkungan kerja bisa saja dialami siapa pun, baik sebagai atasan maupun anggota tim.

Ita berharap pembaca dapat mengenali karakter dan situasi yang mungkin pernah mereka temui, kemudian melihatnya dari perspektif yang berbeda.

Pada akhirnya, humor dalam #HaHa Leadership bukan hanya tentang membuat pembaca tertawa. Ita ingin tawa tersebut menjadi awal dari refleksi tentang bagaimana seseorang bersikap terhadap orang lain sekaligus bagaimana ia menjalankan perannya di tempat kerja.

Ita Sembiring sendiri dikenal sebagai penulis yang telah menghasilkan belasan novel dan naskah film. Melalui #HaHa Leadership, ia kembali menggunakan cerita sebagai cara untuk membicarakan pengalaman manusia, kali ini dari sisi kepemimpinan dan kehidupan di dunia kerja.