Kumparan Logo

Jadi Host Piala Dunia, Evelina Tan Sadar Sepak Bola Bukan Cuma soal Skor

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presenter TV Evelina Tan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Presenter TV Evelina Tan. Foto: Dok. Istimewa

"Sepak bola bukan cuma soal taktik atau skor akhir." Kalimat itu menjadi kesimpulan yang didapat Evelina Tan setelah dipercaya menjadi host Piala Dunia 2026.

Di balik pertandingan yang disaksikan jutaan orang, Evelina justru menemukan banyak kisah perjuangan para pemain yang mengubah cara pandangnya terhadap olahraga tersebut.

"Dulu Eve melihat sepak bola ya sekadar pertandingan 90 menit di lapangan. Siapa yang menang, siapa yang kalah, selesai. Tapi setelah terjun langsung ke dunia ini, ternyata sepak bola jauh lebih besar dari itu," kata Evelina dalam sebuah wawancara.

Menurut Evelina, hal yang paling berkesan bukan hanya aksi para pemain di atas lapangan, melainkan cerita di balik perjalanan mereka hingga bisa tampil di panggung sepak bola terbesar di dunia.

Vozinha, kiper Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko

Salah satu yang membekas baginya adalah kisah kiper Cape Verde, Vozinha. Di usia 40 tahun, Vozinha berhasil mencuri perhatian dunia di Piala Dunia 2026 setelah melalui perjalanan yang tidak mudah. Sebelum dikenal sebagai pesepak bola profesional, ia sempat bekerja sebagai tukang listrik sambil terus mengejar mimpinya bermain sepak bola.

Tak hanya Vozinha, Evelina juga menemukan banyak kisah lain, mulai dari pemain yang bertahun-tahun menunggu kesempatan tampil hingga mereka yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi, tetapi tetap berjuang mengejar mimpi.

"Sepak bola adalah kumpulan cerita tentang perjuangan, pengorbanan, kesempatan, dan harapan. Mungkin itu alasan kenapa miliaran orang di seluruh dunia bisa begitu mencintai olahraga ini," tutup Evelina.