Kris Dayanti Jadi Special Perfomance di Konser A Tribute to Teresa Teng

Kris Dayanti bakal menjadi salah satu special performer dalam konser A Tribute to Teresa Teng yang digelar di The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta, pada 28 Oktober 2026. Ia akan tampil bersama Putri Ayu untuk mengiringi penampilan utama Flora Liu, penyanyi asal Shanghai yang dikenal memiliki suara mirip mendiang Teresa Teng.
Bagi Kris Dayanti, keterlibatannya dalam konser tersebut bukan sekadar kesempatan membawakan lagu-lagu Mandarin. Pelantun “Menghitung Hari” itu mengaku sudah cukup akrab dengan lagu-lagu Teresa Teng, terutama karena selama hampir 30 tahun berkarier sebagai penyanyi, ia kerap diminta membawakan lagu Mandarin dalam berbagai acara.
“Dan lagu yang menurut saya secara resonansi vokal, resonansi musik dan juga lagu, kayaknya pop Mandarin enggak ada lain selain lagu-lagunya Teresa Teng,” ujar Kris Dayanti saat konferensi pers A Tribute to Teresa Teng di Jakarta Pusat, Rabu (7/10).
Menurut KD, lagu-lagu Teresa Teng memiliki daya tarik yang mampu menjangkau berbagai generasi. Bahkan dalam acara sederhana maupun pertunjukan besar, lagu-lagu tersebut tetap mudah dinikmati dan dinyanyikan bersama.
“Yang muda juga enggak malu untuk ikut nyanyi atau bahkan mungkin humming. Walaupun enggak ngerti lagunya, tapi pasti melodi tengahnya pasti hafal,” katanya.
Meski sudah cukup lama mengenal karya Teresa Teng, KD mengaku masih menemukan hal baru tentang sang diva. Ia bahkan mengatakan sampai membuka Wikipedia untuk mempelajari lebih banyak tentang Teresa Teng.
Salah satu hal yang baru diketahuinya adalah keterkaitan lagu “Tian Mi Mi” dengan lagu Indonesia “Dayung Sampan”. Saat mengetahui hal tersebut, KD mengaku semakin bangga sekaligus jatuh cinta dengan karya Teresa Teng.
“Ternyata itu lagu Semarang! Lagu Semarang ‘Dayung Sampan’. Bangga sekali, tambah jatuh cinta tentunya,” ujar KD.
Ia berharap fakta tersebut juga bisa membuat masyarakat Indonesia semakin mengenal hubungan antara musik Indonesia dan musik Mandarin.
“Pop Mandarin ini sama musik Asia kita pasti ada benang merahnya di situ,” lanjutnya.
Selain KD, Putri Ayu juga akan menjadi special performer dalam konser tersebut. Putri mengaku memiliki hubungan yang cukup personal dengan karya Teresa Teng karena lagu-lagu sang penyanyi menjadi salah satu materi yang ia pelajari ketika mulai menekuni musik Mandarin sekitar 13 tahun lalu.
Sementara itu, Flora Liu dari Shanghai akan menjadi penyanyi utama yang membawakan karya-karya Teresa Teng. Penampilannya akan diiringi 50-piece orchestra yang dipimpin Music Director Astrid Lea.
Konser ini akan berlangsung sekitar satu setengah jam. Penonton juga akan dibantu memahami makna lagu melalui layar LED yang menampilkan terjemahan lirik dalam bahasa Indonesia.
A Tribute to Teresa Teng digelar pada Rabu, 28 Oktober 2026 di The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta. Tiket tersedia dalam tiga kategori, yakni Platinum seharga Rp 2 juta, Gold Rp 1,5 juta, dan Silver Rp 1 juta. Tiket mulai dijual pada 7 Oktober melalui platform Loket.
