Kumparan Logo

Raissa Anggiani Tinggalkan Zona Nyaman, Eksplorasi Pop-R&B Bersama Yung Caters

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raisa Anggiani kolaborasi bersama Yung Caters. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Raisa Anggiani kolaborasi bersama Yung Caters. Foto: Istimewa

Raissa Anggiani tengah mencoba keluar dari zona nyamannya lewat kolaborasi bersama Yung Caters. Keduanya sedang menyiapkan lagu baru yang mempertemukan karakter musik berbeda sekaligus membawa cerita percintaan yang tak biasa.

Selama ini, Raissa dikenal lewat karya-karya yang banyak mengangkat tema cinta dan kesedihan. Namun, melalui kolaborasi ini, ia ingin mengeksplorasi sisi musik yang lebih fun dengan sentuhan pop, hip-hop, dan R&B.

Raissa mengatakan keputusan untuk berkolaborasi dengan Yung Caters menjadi bagian dari keinginannya mencoba sesuatu yang berbeda tahun ini.

“Kalau dari genre memang berbeda, tetapi itu yang membuatnya menarik. Tahun ini aku memang ingin lebih banyak mengeksplorasi musik dan mencoba sesuatu yang baru,” kata Raissa.

Kolaborasi tersebut ternyata berawal dari sebuah live stream Yung Caters. Saat itu, ia kerap mendapat pertanyaan mengenai musisi Indonesia yang ingin diajaknya bekerja sama. Nama Raissa Anggiani pun langsung muncul dalam pikirannya.

“Awalnya aku suka live stream. Aku sering ditanya kalau ingin berkolaborasi dengan musisi Indonesia, mau dengan siapa. Aku jawab, Raissa,” ujar Yung Caters.

Meski berasal dari latar musik yang berbeda, keduanya justru merasa karakter vokal mereka dapat saling melengkapi. Perbedaan lebih terasa pada genre yang biasa mereka bawakan.

“Sebenarnya karakter suara kami tidak terlalu berbeda. Justru suara kami cukup saling melengkapi,” jelas Raissa.

Bagi Raissa, proses tersebut menjadi pengalaman baru. Ia harus menyesuaikan diri dengan karakter musik Yung Caters sekaligus mencari cara untuk tetap membawa identitasnya sendiri.

“Dia punya idealisme dalam genrenya, sehingga aku sedikit banyak belajar tentang genre tersebut. Aku juga harus melepaskan sebagian idealisme dan karakter pribadi untuk masuk ke genre baru, tetapi tetap dengan versi aku,” tuturnya.

Dari Lagu Sedih ke Musik yang Bisa Dibawa Joget

Eksplorasi tersebut juga terasa dari suasana lagu yang mereka siapkan. Jika karya-karya Raissa sebelumnya lebih sering membawa pendengar pada cerita cinta dan kesedihan, lagu barunya bersama Yung Caters justru dibuat lebih ringan dan menyenangkan.

“Aku juga dari dulu suka lagu-lagu yang easy listening dan bisa dibawa joget. Musik yang aku buat secara personal biasanya cukup banyak bercerita tentang kesedihan dan cinta. Sementara lagu ini lebih fun. So, I love it,” ujar Raissa.

Yung Caters pun mengalami tantangan serupa. Setelah banyak berkarya di ranah hip-hop, ia harus menyesuaikan diri dengan pop dan R&B yang menjadi bagian dari warna lagu terbaru mereka.

“Kalau aku, tantangannya lebih kepada menulis lirik dan mencari nada. Sebelumnya aku berada di genre hip-hop, lalu sekarang mencoba pop dan R&B,” katanya.

Menariknya, proses kreatif lagu tersebut justru berlangsung cukup cepat. Raissa mengungkapkan mereka hanya membutuhkan sekitar satu hingga dua jam untuk menyelesaikannya.

Menurut Raissa, hal itu terjadi karena seluruh pihak yang terlibat bebas menyampaikan ide tanpa terlalu banyak membatasi diri.

“Kami berempat saling memberikan ide. Banyak ide yang muncul dan kami tidak malu untuk mengeluarkan apa pun yang ada di kepala. Jadi prosesnya lebih terasa seperti bersenang-senang dan bereksplorasi,” ungkapnya.

Perbedaan pendapat pun sempat muncul, tetapi bukan karena mereka kehabisan ide. Sebaliknya, masing-masing justru memiliki banyak gagasan yang ingin dimasukkan ke dalam lagu.

“Hanya ada sedikit perbedaan idealisme. Justru karena kami punya banyak ide, kami bisa berdiskusi dan berdebat. Untungnya, bukan karena kekurangan ide, tetapi karena terlalu banyak ide,” kata Raissa.

Balik Cerita Cinta yang Selama Ini Klise

Tak hanya dari sisi musik, kolaborasi Raissa dan Yung Caters juga menawarkan cerita yang berbeda dari kisah percintaan pada umumnya.

Yung Caters mengungkapkan lagu tersebut sengaja membalik sudut pandang yang sering muncul dalam cerita cinta. Jika laki-laki kerap digambarkan sebagai pihak yang bersalah, kali ini justru karakter perempuan yang menjadi sumber masalah.

“Dalam cerita percintaan, biasanya cowok yang dianggap sebagai pihak yang jahat. Namun, di lagu ini ceritanya kami balik. Justru si cewek yang menjadi pihak yang jahat,” ujar Yung Caters.

Meski begitu, konflik dalam lagu tersebut tidak sesederhana menempatkan satu pihak sebagai penjahat. Kedua karakter digambarkan sama-sama memiliki sudut pandang dan saling menyalahkan hingga akhirnya terungkap bahwa pihak laki-laki menjadi sosok yang dibohongi.

Cerita tersebut menjadi warna lain dalam karya Raissa. Lewat kolaborasi bersama Yung Caters, ia tidak hanya mencoba genre yang berbeda, tetapi juga menghadirkan sisi musik yang lebih ringan dan cerita cinta dengan sudut pandang yang tidak biasa.