Kumparan Logo

Rifat Sungkar Ungkap Rahasia Bertahan di Dunia yang Kompetitif

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rifat Sungkar dan Sissy Prescillia. Foto: Munady/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rifat Sungkar dan Sissy Prescillia. Foto: Munady/kumparan

Pembalap nasional Rifat Sungkar menilai kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh prestasi semata. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dan membangun personal branding memiliki peran yang sama penting dalam perjalanan karier seseorang.

Pandangan tersebut disampaikan Rifat saat berbagi pengalaman dari lebih dari dua dekade kiprahnya di dunia motorsport.

Menurut Rifat, masih banyak orang yang menganggap prestasi sebagai satu-satunya jalan menuju kesuksesan. Padahal, kemampuan memperkenalkan nilai diri kepada publik juga menjadi faktor yang tak kalah penting.

"Banyak orang merasa prestasi saja cukup. Padahal sama seperti pelukis. Pelukis yang hebat belum tentu sukses. Yang sukses adalah pelukis yang bisa menjual karyanya," ujar Rifat saat menjadi narasumber dalam kuliah tamu bertajuk 'Sinergi Teknologi, Komunikasi, dan Bisnis dalam Industri Motorsport Global' yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana di Aula Rektorat Kampus Meruya.

Bagi Rifat, keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Selama berkarier di dunia balap, ia melihat bahwa setiap pencapaian lahir dari kerja sama banyak pihak dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari teknologi, manajemen, komunikasi, hingga bisnis.

Rifat Sungkar. Foto: Istimewa

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk mulai memikirkan citra diri yang ingin dibangun sejak dini. Di tengah persaingan dunia profesional yang semakin ketat, personal branding dinilai dapat menjadi pembeda yang membuka berbagai peluang.

"Saya selalu berpikir ingin dikenal sebagai sosok seperti apa. Sponsor tidak selalu tentang uang. Yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan nilai dan membangun personal branding," tuturnya.

Rifat Sungkar di ajang Adelaide Really 2025. Foto: Instagram/@rifato

Meski demikian, Rifat menegaskan bahwa personal branding tidak bisa berdiri tanpa fondasi yang kuat. Ia mengingatkan pentingnya pendidikan dan nilai-nilai kehidupan sebagai bekal untuk meraih cita-cita.

"Kalau mau balap, jangan meninggalkan pendidikan. Pendidikan dan agama itu fondasi yang sangat penting," kata Rifat.

Menurutnya, kesuksesan bukan hanya soal menjadi yang terbaik di bidang tertentu, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu membangun nilai, memperluas jaringan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya di dunia motorsport, Rifat berharap generasi muda tidak hanya fokus mengejar prestasi, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi serta membangun karakter yang dapat menjadi modal berharga di masa depan.