The Changcuters Cerita 'Hijrah ke London' di DCDC Pengadilan Musik

The Changcuters membagikan cerita di balik salah satu pencapaian yang paling berkesan dalam perjalanan karier mereka saat menjadi "terdakwa" di program DCDC Pengadilan Musik edisi ke-65.
Salah satu momen yang disorot dalam persidangan tersebut adalah keberhasilan band asal Bandung itu mewujudkan lirik lagu Hijrah ke London, yang mereka rilis lewat album Mencoba Sukses pada 2006.
Selama bertahun-tahun, lirik lagu tersebut kerap dianggap sebagai candaan khas The Changcuters. Namun, dua dekade kemudian, impian itu benar-benar terwujud ketika Tria, Qibil, Dipa, Alda, dan Erick menggelar tur konser di tiga kota di Inggris, yakni Newcastle, Edinburgh, dan London, pada April 2026, bertepatan dengan perayaan 20 tahun perjalanan mereka sebagai band.
Perjalanan panjang itulah yang menjadi salah satu alasan DCDC menghadirkan The Changcuters sebagai "terdakwa" di Pengadilan Musik.
Perwakilan DCDC, Agus Danny Hartono, menilai The Changcuters berhasil menjaga identitas mereka sejak awal berkarya, baik dari musik garage rock yang diusung, gaya berpakaian yang khas, hingga aksi panggung yang enerjik.
"The Changcuters adalah contoh bahwa sebuah band bisa terus berkembang tanpa harus meninggalkan jati dirinya. Tahun ini mereka juga menorehkan pencapaian penting dengan membawa karya mereka tampil di tiga kota di Inggris sekaligus merilis album WOW MA," ujar Danny.
Selain membahas tur Inggris, sidang juga mengulas perjalanan awal terbentuknya The Changcuters. Band ini bermula dari lingkungan kampus di Bandung pada 2004 yang digagas Tria, Qibil, dan Dipa. Setahun kemudian, Alda dan Erick bergabung hingga melengkapi formasi yang bertahan sampai sekarang.
Dalam kesempatan itu, Tria juga menjelaskan alasan The Changcuters memilih mengusung musik garage rock sejak awal. Menurutnya, mereka banyak terinspirasi oleh gelombang garage rock revival yang dipopulerkan band-band seperti The Strokes, The White Stripes, dan The Libertines.
Meski dikenal dengan citra rock and roll yang liar di atas panggung, Tria menegaskan bahwa keseriusan tetap menjadi fondasi utama mereka dalam berkarya.
"Rock and roll yang manggung dengan image ugal-ugalan itu ya cuma penampilannya saja. Di belakangnya sebenarnya ada banyak kerja keras dan kreativitas. Itu juga yang jadi salah satu benteng atau pondasi kami selama ini," kata Tria.
Dalam sidang tersebut, The Changcuters juga sempat membahas album terbaru mereka, WOW MA, yang dirilis pada Juni 2026. Album itu dinamai dari seruan "WOW MA" yang selama ini menjadi penyemangat internal para personel sebelum maupun sesudah naik ke atas panggung.
Di akhir persidangan, The Changcuters dinyatakan "bebas dari seluruh dakwaan". Panitera Yoga PHB menilai band tersebut berhasil menghadirkan identitas yang otentik sekaligus memberi warna bagi industri musik Indonesia selama lebih dari dua dekade.
