Haruskah Aku Selalu Bilang "Iya" ?

Ceicilia
Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pembangunan Jaya
Konten dari Pengguna
27 Agustus 2023 13:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ceicilia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: pexels.com
ADVERTISEMENT
Dalam kehidupan sehari-hai, kita sering dihadapkan pada situasi yang dimana kita harus menentukan dan membuat keputusan. Salah satu keputusan yang paling sederhana dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika kita mengatakan antara "iya" atau "tidak".
ADVERTISEMENT
Umumnya orang pada jaman sekarang khususnya generasi milennial merasa "tidak enakan". Mereka selalu mengiyakan apa yang menjadi tawaran atau permintaan orang lain karena merasa tidak enak dan takut dijauhkan apabila tidak menerima tawaran atau permintaan tersebut. Namun dibalik itu semua, kita tidak harus selalu bilang iya untuk hal yang berpantangan dengan isi hati kita. Maka dari itu kita harus berani untuk mengungkapkan isi hati kita untuk kesehatan mental dalam diri kita.

Apa Alasan Seseorang Harus Bilang "Iya" daripada "Tidak"

Sumber: pexels.com
Kita harus memahami apa yang menyebabkan seseorang berkata iya. Apakah seseorang tersebut melakukannya karena ingin menyenangkan orang lain atau dia merasa bersalah ketika dia menjawab tidak atau menolaknya?. Tentu ini harus menjadi intropeksi di dalam diri sendiri karena apabila kita secara terus menerus seperti ini tentu malah kita yang akan merasa stres dan kelelahan bahkan gangguan kesehatan mental. Kita dapat saja menjadi people plaser apabila hal ini terjadi secara terus menerus.
ADVERTISEMENT

Mempertimbangkan Prioritas Sebelum Mengatakan "Iya"

Sumber: pexels.com
Mengatakan iya setiap tawaran yang diberikan kepada kita tentunya ini kita harus merelakan sesuatu hal yang menjadi prioritas kita. Kita harus tau skala prioritas yang ada dalam diri kita. Jangan sampai karena tidak enakan dengan orang lain membuat kita melepas semua skala prioritas kita dan kita menjadi tidak tau arah untuk masa depan kita.
Ingatlah bahwa kita memiliki hak untuk menjawab iya dan tidak. Semangat untuk kalian yang masih berproses dengan rasa nggak enakan ini. Semoga dapat melewatinya dengan baik. Semangat!