9 Orang Reaktif Hasil Rapid Test di Maluku Utara

Sebanyak sembilan orang dinyatakan reaktif setelah menjalani Rapid Test Diagnostic (RTD), dari total 255 orang yang diperiksa di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara. Sementara itu, 246 orang diantaranya non reaktif, dan tetap menjalani pemeriksaan ulang.
Sebelumnya, 1780 RTD yang telah dibagikan, memulai pemeriksaan di Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), dan di Kota Tidore Kepulauan, dengan hasil 2 orang reaktif.
Pada pemeriksaan hari kedua terdapat 6 orang reaktif di Kota Ternate, dan untuk hari ketiga pemeriksaan rapid test ditemukan 1 orang reaktif di Halbar.
“Dari pemeriksaan rapid test yang ditemukan 9 orang reaktif, ini terbagi diantaranya 6 orang OTG 2 orang ODP dan 1 orang PDP,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, dr. Rosita Alkatiri, dalam rilis yang diterima cermat, Selasa (07/04/2020).
Rosita bilang, RDT diperuntukkan untuk OTG, ODP, PDP, Tim Medis, dan kepada orang yang memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, atau ke daerah yang terjangkit. Apabila hasil rapid test non reaktif atau negatif pada pemeriksaan pertama maka, akan diulangi lagi pemeriksaan pada hari ke 7 hingga hari ke 10.
“Apabila hasil RTD reaktif maka akan dilakukan atau dikonfirmasi dengan pemeriksaan PCR,” kata dr Rossi, sapaan akrabnya.
Rossi menjelaskan, RTD adalah sebagai screening awal atau deteksi dini yang ditujukan kepada pelaku perjalanan luar negeri atau luar daerah yang sudah terjangkit virus corona.
Reaktif atau positif rapid test bukan berarti positif terjangkit corona virus disease (COVID-19), karena rapid test bukan untuk mengetahui seseorang terpapar corona, tapi rapid test hanya mengetahui antibody sesorang telah terbentuk atau belum.
Antibodi sesorang terbentuk apabila sudah ada virus di dalam diri. Namun, bukan virus corona melainkan semua jenis virus. “Untuk mengetahui seseorang positif corona harus melalui pemeriksaan laboratorium (Swab),” ujar dr Rossi.
