Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cegah Corona, Pedagang Takjil di Falajawa Ternate hanya Jualan Online

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jejeran lapak takjil di kampung Falajawa, di Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, Maluku Utara. Pada Ramadhan Tahun lalu. Foto: Rizal Syam/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Jejeran lapak takjil di kampung Falajawa, di Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, Maluku Utara. Pada Ramadhan Tahun lalu. Foto: Rizal Syam/cermat

Sepanjang lokasi Pantai Falajawa dikenal dengan daerah paling banyak orang berburu takjil atau penganan dengan berbagai rasa saat Ramadhan. Pada Ramadhan kali ini dipastikan hal itu tak terjadi.

Musababnya, para pedagang bersepakat tidak akan berjualan di pinggir jalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Para pedagang yang menginisiasi sendiri untuk tidak berjualan di lapak seperti biasa,” kata Lurah Muhajirin, Faisal A. Karim, pada cermat, Rabu (22/04).

Salah satu penjual takjil di kawasan Falajawa 1. di Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, Maluku Utara, pada Ramadhan tahun lalu. Foto: Rizal Syam/cermat

Padahal, Faisal mengaku sudah membuat skema lapak pedagang yang sesuai dengan prosedur pencegahan COVID-19, dengan mempertimbangkan physical distancing.

“Tapi mereka sendiri yang bilang percuma, bagaimanapun orang akan tetap ramai dan berdesakan. Dorang (mereka) bilang dari pada dapat untung tapi nanti sakit, lebih baik bersabar. Mudah-mudahan tahun depan bisa berjualan seperti biasa lagi,” tuturnya.

Sebagai gantinya, para pedagang takjil di Kelurahan Muhajirin, Ternate Tengah ini bakalan berjualan lewat metode daring atau online. Dalam hal pengantaran takjil, para pedagang akan bekerja sama dengan tukang ojek yang berada di kelurahan tersebut.

Foto tahun lalu: Salah satu sudut jln Pahlawan Revolusi. Tampak deretan tenda pedagang takjil. Para pengendara pun berjalan lambat sambil melirik takjil yang ada. Foto: Rizal Syam/cermat

“Bahkan tadi ada tukang ojek yang menyampaikan ke saya bahwa mereka tidak menentukan tarif dari jaraknya. Bila perlu mereka sepakat hanya satu tarif, mau Rp 5 ribu atau Rp 6 ribu sekali antar,” katanya.

Sementara pihak kelurahan sendiri, kata Faisal, akan membantu dalam hal promosi. Ia bilang, sudah ada beberapa pedagang yang menyerahkan brosur. Mempromosikan takjil khas kampung Falajawa ini bukan sesuatu yang sulit.

Sebab, kata dia, kelezatannya sudah terkenal di seantero Ternate. Bahkan penjual penganan di luar Falajawa pun banyak yang membelinya dari sini.

Dari data yang diterima Faisal, jumlah pedagang di lingkungan Falajawa ini berjumlah 15 orang. Namun, ada pula beberapa pedagang yang merupakan warga di luar lingkungan Falajawa atau Kelurahan Muhajirin.

Kelurahan Muhajirin sendiri merupakan salah satu pintu masuk ke Kota Ternate, sebab di sini terdapat pelabuhan bagi kapal-kapal pelni. Oleh sebab itu, kelurahan yang memiliki banyak hotel dan penginapan ini kerapkali dijadikan sebagai tempat transit.

“Jadi ini adalah bentuk ikhtiar dari masyarakat. Dengan adanya belanja online ini torang (kita) meminimalisir penyebaran virus. Apalagi kemarin ada pengamat yang bilang puncak penyebaran corona di Maluku Utara pada Mei, dan tahapannya dimulai saat Ramadhan,” katanya.

Faisal berharap, jika nanti metode jualan takjil daring ini berhasil dilakukan di kampung Falajawa, maka bisa menjadi contoh bagi tempat lain di Kota Ternate.

***

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!