Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dinas Kesehatan Maluku Utara Minta Pemda Waspada Virus Corona

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang petugas kesehatan mengamati serius gerak gerik penumpang di terminal kedatangan Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara. Foto: Nurkholis Lamaau/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Seorang petugas kesehatan mengamati serius gerak gerik penumpang di terminal kedatangan Bandara Sultan Babullah Ternate, Maluku Utara. Foto: Nurkholis Lamaau/cermat

Sebagai wilayah yang banyak didatangi warga negara asing (WNA) asal China, Maluku Utara menjadi daerah yang sudah seharusnya mewaspadai ancaman virus corona.

Hal ini disampaikan Kepada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Idhar Sidi Umar, usai melakukan rapat koordinasi dengan jajarannya di Hotel Grand Majang, Ternate, Senin (27/1).

Rapat ini menyusul surat dari Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada 8 Januari 2020.

Dalam surat tersebut, Kemenkes menginstruksikan setiap provinsi, agar mengantisipasi adanya virus corona.

Idhar bilang, saat suratnya datang dari pusat langsung, Dinkes langsung menyampaikan ke kabupaten/kota untuk melakukan kesiapan, baik dari dinas maupun rumah sakit.

"Kita harus siap tim. Kemudian tempat khusus juga harus disediakan, untuk sewaktu-waktu kalau memang kasus itu timbul berarti kita siap," paparnya.

Menanyakan skema pencegahan agar virus tersebut tak sampai ke Maluku Utara, Idhar bilang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kantor kesehatan di pelabuhan maupun bandara.

"Saat ini sudah dipasang alat untuk mengukur suhu tubuh para WNA, khususnya yang berasal dari China," katanya.

Menurut Idhar, jika suhu tubuh meningkat, maka patut dicurigasi. Dan kemungkinan akan ada pemeriksaan lanjutan."Karena kita tahu, kalau dia terinfeksi, masa inkubasinya panjang," katanya.

kumparan post embed

Namun pencegahan yang dilakukan baru sebatas itu, yakni pengecekan suhu tubuh. Masalahnya, bisa saja seseorang yang terinfeksi virus corona belum menunjukkan gejala saat tiba di bandara.

Tapi ketika sampai di lokasi tujuan, gejala tersebut baru muncul. Ini yang menurut Idhar menjadi persoalan.

Oleh karena itu, ia menegaskan agar kabupaten/kota di Maluku Utara harus mengantisipasi dengan melakukan monitoring.

Kendati sejauh ini Maluku Utara belum ada yang terjangkit virus corona, namun Idhar mengatakan, akan terus melakukan surveilans atau proses pengumpulan.

Kemudian, lanjut dia, pengolahan, analisis data secara sistemik dan terus-menerus, serta menyebarkan informasi untuk dapat mengambil tindakan.

Sekadar diketahui, di Maluku Utara ada dua wilayah yang diketahui banyak ditinggali WNA asal China, yakni Halmahera Tengah dan Halmahera Selatan. Di dua daerah ini, para WNA bekerja di sektor pertambangan.

Sehingga, selain melakukan monitoring, kata Idhar, pihaknya juga melakukan kesiapan pada sarana di Rumah Sakit.

"Kita harus menyiapkan tim. Kemudian tempat khusus juga harus disediakan, untuk sewaktu-waktu kalau memang kasus itu timbul berarti kita siap. Jadi RS Chasan Boesoeirie siap. Jadi mungkin kabupaten/kota lain juga kita suruh waspada," katanya.

Menurut Idhar, sebagai wilayah yang berdekatan dengan Manado yang notabene memiliki bandar udara internasional, Maluku Utara harus waspada.

Hal ini menyusul beberapa hari lalu, 7 orang penumpang yang berasal dari Hunan, China, sempat dibawa ke kantor kesehatan bandar udara Sam Ratulangi, Manado.

Ketujuh orang itu diduga terjangkit virus corona. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata negatif."Kalau di Manado ada kasus, berarti kita sewaktu-waktu bisa ada kasus juga," tukasnya.