Kades Saketa Halmahera Selatan Dinilai Tertutup soal Dana Desa

Cara Kepala Desa (Kades) Saketa, Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Ramli Kiat, dalam mengelola dana desa (DDS) disoroti warga.
Sejak menjabat sebagai Kades dan mengelola DDS pada 2017 hingga 2019, Ramli disebut tidak pernah menggelar rapat bersama masyarakat, untuk membahas program pembangunan desa.
Hal ini disampaikan oleh sejumlah anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga Desa Saketa.
Ivan Saleh, tokoh pemuda Desa Saketa, kepada cermat, Minggu (19/1/2020), mengatakan, pengelolaan DDS oleh Pemerintah Desa (Pemdes) dibawa Ramli Kiat tidak pernah terbuka.
"Jadi anggaran DDS ini digunakan untuk apa saja," tanya Ivan keheranan.
Salah satu bukti, kata Ivan, proyek penerangan lampu jalan umum (Pju). Di mana, masyarakat tidak pernah tahu adanya pengedaan 40 unit Pju melalui DDS tahun anggaran 2019.
"Masyarakat baru tahu lewat pemberitaan di media massa, sesuai dengan keterangan kepala desa," katanya.
Hal senada disampaikan Andi Mutalib, Wakil Ketua Pemuda Desa Saketa. Bahkan persoalan anggaran kepemudaan, menurut Andi, sejauh ini Pemdes tidak pernah terbuka.
Padahal, kata dia, anggaran tersebut bersumber dari DDS. "Jadi torang (kami) pemuda Desa Saketa secara kelembagaan, tidak pernah menerima anggaran DDS," katanya.
Margana Hamadiya, warga Desa Saketa, kepada cermat, mengaku heran dengan beberapa program pembangunan yang dialokasikan melalui DDS. Seperti program pembangunan pagar desa yang dialokasikan di 2019.
"Seharusnya sudah dimusyawarakan sebelum anggaran dicairkan. Tapi setelah pencairan, sampai saat ini belum ada rapat untuk membicarakan tentang pembangunan pagar desa," katanya.
Badarudin Saleh, anggota BPD Saketa kepada cermat, mengakui bahwa selama ini BPD yang juga sebagai lembaga pengawas, tidak pernah melihat adanya transparansi dalam pengelolaan DDS.
Misalnya, Badarudin paparkan, berapa besaran DDS setiap tahun, apa saja program yang dibangun menggunakan DDS, bagaimana capaian pembangunan di Desa Saketa menggunakan DDS. "Semua itu kita tidak pernah tahu. Selama ini tertutup," akunya.
Badarudin pun meminta pihak kepolisian memanggil Ramli Kiat, untuk dimintai keterangan sekaligus menjawab dugaan kejanggalan yang dipertanyakan warga desa selama ini.
"Saya juga siap dipanggil polisi kalau memang diperlukan," ucap Badarudin menambahkan.
Kades Saketa, Ramli Kiat, kepada cermat tak mau menjelaskan panjang-lebar soal reaksi masyarakat terkait pengelolaan DDS.
Ia hanya berjanji akan menggelar rapat dengan masyarakat dalam waktu dekat."Nanti saya rapat dengan masyarakat," singkat Ramli.
