Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kapolda Malut Jenguk Korban Mahasiswa

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolda Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Suroto saat diwawancarai di depan ruangan Manuru, RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, usai menjenguk korban mahasiswa. Foto: Rajif Duchlun/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Suroto saat diwawancarai di depan ruangan Manuru, RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie, usai menjenguk korban mahasiswa. Foto: Rajif Duchlun/cermat

Kapolda Maluku Utara (Malut), Brigjen Pol Suroto menjenguk korban mahasiswa saat aksi unjuk rasa menolak RUU kontroversi di depan kantor DPRD Kota Ternate, Rabu (25/9) siang.

Sugianto A. Hanafi, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate yang diduga terkena peluru gas air mata itu dirawat di ruangan Manuru, RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie.

Setelah menjenguk korban, Kapolda lantas berdialog dengan para aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ternate, yang merupakan teman-teman korban.

Kapolda yang didampingi oleh Direktur Intelkam Polda Malut, Kombes Pol Alfian Budianto itu berdiskusi soal kronologi kejadian di lapangan.

"Tadi terjadi kesalahpahaman di sana, mahasiswa saling lempar. Ternyata ada salah satu korban luka di bawah mata kirinya," kata Suroto, kepada cermat usai menjenguk korban, sekitar pukul 21.00 WIT.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan investigasi. Namun masih menunggu keterangan dari dokter soal sebab luka tersebut.

embed from external kumparan

Terkait anggapan yang menyebutkan korban terkena peluru gas air mata, Kapolda mengatakan bahwa siang tadi tak ada penembakan gas air mata yang dilakukan oleh anggotanya.

"Ada ngga tadi, kalau gas air mata kan ada asap, ada nggak tadi? Nggak ada. Polisi di sana melakukan pengamanan," katanya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, penanganan unjuk rasa ada tahap-tahapnya. Sementara tahap menggunakan gas air mata itu perlu beberapa tahap lagi.

"Kalau ada yang merasa melihat (polisi menembak) nanti kita investigasi. Kalau memang ada anggota yang melakukan pelanggaran di luar prosedur, itu kan ada sanksinya. Tetap kita proses," ucapnya.

"Yang jelas sekarang, korban kita obati dulu, kita sembuhkan dulu sambil kita lakukan investigasi," sambungnya.

Pengobatan korban pun, kata dia, berada di bawah tanggung jawab pihak kepolisian. "Karena rasa kemanusiaan kita," singkatnya.

Sementara itu, Sekretaris umum HMI Cabang Ternate, Rustam Umar, mengatakan pihaknya menaruh kecurigaan bahwa korban terkena tembakan, sebab ada beberapa saksi yang melihat.

"Secara kronologis, kami semacam ada kecurigaan bahwa memang korban ini ditembak (dengan gas air mata), soal bukti memang belum kami kantongi, makanya kami belum bersikap bahwa korban ditembak. Kami masih menaruh kecurigaan," katanya.

Ia mengakui kalau saat aksi tadi mendengar suara tembakan dari pihak kepolisian.

"Anehnya, teman-teman melihat ada bekas peluru gas air mata yang jatuh dan ada percikan darah," ucapnya. Peluru gas air mata tersebut, diakuinya, sudah berada di tangan kepolisian.

Ia menegaskan bahwa HMI akan tetap mengawal kasus ini hingga selesai, dan akan berusaha untuk mengumpulkan barang bukti untuk menguatkan dugaan mereka.

---

Rizal Syam