Lagu Daerah Menggema Warnai Festival Tunas Bahasa Ibu di Maluku Utara
·waktu baca 2 menit

Lagu daerah dari Kota Ternate, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, dan Kepulauan Sula, menggema warnai hari kedua Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Maluku Utara, di Hotel Sahid Bela, Ternate, Selasa (15/11).
Lagu tersebut dinyanyikan oleh siswa-siswi tingkat SD dalam lomba tembang tradisi yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara.
Lomba itu diikuti oleh enam peserta dari Halmahera Utara, di antaranya Kristian Wattimena, Lidya Milowa, Sadaro, Shouzan Aurora Kabalmay, Franklin Purwanto Kori, Erva Sulastri Djojo, dan Jessica Potuboda.
Para peserta ini melantunkan lagu Ya Jou, Hibualamo Mazarita, Taaga Dina, dan Tobelo Hai Barera.
“Kalau lagu Hibualamo bercerita tentang persatuan antara warga muslim dan nasrani, termasuk antara suku Tobelo, Golela, Loloda, dan Kao,” papar salah satu pendamping peserta dari Halmahera Utara, Frans Tomi Nyonye.
Dari Halmahera Selatan, lomba menyanyi lagu daerah ini diikuti oleh Sahandri Asis, Chairul Rizky Naser, Julaiha Hi Yusuf. Siswa SD perwakilan Bumi Saruma ini melantunkan lagu daerah Tabani Uto dan Ulona.
“Lagu pertama mengisahkan duka orang Makean saat gunung meletus pada 1975. Sedangkan lagu kedua berkisah tentang hati, suka-duka di dalam lingkungan sosial,” ujar pendamping dari SD Negeri 250 Halsel, Hamid Hi. Kadir.
Kemudian, peserta dari Kepulauan Sula, M. Alfajri Syarif dan Riza Riandini Umagapi, melantunkan lagu Makasaira Hai Sua dan Mama Anoi Ampun.
Sementara dari Kota Ternate, tambang tradisi diikuti oleh Muhamad Ghalib, Nakhla Shafana Azalea, Siti Febrianti, Muhamad Abdas, dan Rasti Rudiman. Lima siswa ini melantunkan lagu Borero dan Bobinojiko.
Pada hari kedua festival tersebut, selain tambang tradi, para peserta perwakilan empat kabupaten/kota itu juga mengikuti lomba baca puisi, pidato, lawakan tunggal, dan menulis cerpen. Sedangkan lomba mendongeng, akan dilangsungkan pada Rabu (16/11).
