Kumparan Logo
Konten Media Partner

Polda Malut Diminta Tuntaskan Kasus Pembunuhan Sadis di Hutan Halmahera

Cermatverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Saling dorang antara mahasiswa dengan anggota polisi saat unjuk rasa berlangsung di Mapolda Malut. Foto: Samsul/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Saling dorang antara mahasiswa dengan anggota polisi saat unjuk rasa berlangsung di Mapolda Malut. Foto: Samsul/cermat

Ratusan mahasiswa di Kota Ternate melakukan unjuk rasa di Polda Maluku Utara, Rabu (2/11).

Dalam aksi demonstrasi tersebut, massa meminta Polda untuk tuntaskan kasus pembunuhan sadis yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) di hutan Halmahera.

Diketahui, seorang warga Desa Gotowasi, Maba Selatan, Halmahera Timur, Talib Muid (65) menjadi korban dalam pembunuhan itu.

Dalam unjuk rasa tersebut, massa aksi juga menolak pertambangan yang merusak hutan Halmahera.

Ratusan massa aksi tampak membawa umbul-umbul tertulis “Tolak Tambang Perusak Hutan Halmahera” dan “Pemprov Malut dan Polda Malut Bahagia di Atas Penderitaan Masyarakat Haltim-Halteng".

Situasi unjuk rasa tiba-tiba menjadi tegang saat salah satu mobil pick up dilengkapi sound system yang ditumpangi beberapa mahasiswa datang bergabung dengan massa aksi.

Sopir mobil pick up diduga tidak hati-hati mengundurkan mobil sehingga nyaris menabrak mahasiswa dan petugas keamanan.

Sontak pihak kepolisian yang bertugas mencoba mengamankan sopir dan mobil yang ditumpangi, tapi mendapat penolakan dari ratusan mahasiswa sehingga terjadi saling dorong.

Kendati begitu, aksi saling dorong tidak berlangsung lama, karena petugas kepolisian yang lain mencoba melerai sehingga situasi kembali kondusif.

Kasat Samapta Polres Ternate, Iptu Rusli Hanafi, saat kejadian, melalui alat pengeras suara, mengatakan kejadian itu merupakan perbuatan sopir mobil pick up yang tidak menempatkan posisinya.

“Tadi kalau kita tidak cepat, bisa-bisa terjadi laka lantas di sini,” ucapnya.