Program Pembelajaran Lewat TV Kabel di Ternate Masih Minim Persiapan

Pemerintah Kota Ternate berencana menerapkan sistem pembelajaran lewat Televisi (TV) kabel selama pandemi. Wali Kota menginginkan agar program tersebut sudah dapat diresmikan pada Sabtu (29/8). Namun hingga kini persiapan program itu terlihat masih belum matang.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ibrahim Muhammad mengatakan, Pemkot akan memerintahkan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengurusi hal teknisnya, termasuk memanggil semua pengusaha TV kabel di Ternate guna meminta mereka menyediakan satu channel yang khusus menyiarkan proses pembelajaran.
Namun begitu, hingga hari ini, dua hari sebelum rencana peresmian, Diskominfo tak kunjung memanggil para pengusaha tersebut.
“Data ini baru masuk hari ini, besok kita akan panggil (pengusaha TV kabel),” ucap Kadis Diskominfo Ternate, Anas Conoras, Kamis (27/8).
Tak hanya itu, Anas juga mengatakan pihaknya masih berusaha mengintegrasikan jaringan di wilayah selatan Kota Ternate. Sebab kata dia, untuk jaringan di wilayah utara dikelola oleh Korem 152/Babullah.
“Sekarang yang kami pikirkan itu bagaimaan agar Diknas bisa mengelola sendiri milik mereka. Sehingga torang harapkan secara keseluruhan bisa merata,” katanya.
Ia bilang, Diskominfo dalam hal ini hanya bertidak sebagai fasilitator, maka ia tak keberatan jika nantinya studio mereka dipakai untuk pembuatan video pembelajaran.
Sementara itu, Andi Muaza Buana, Direktur PT Citra Buana Cable Vision, salah satu perusahaan TV kabel di Ternate mengatakan, pihaknya dengan senang hati menerima jika ada tawaran kerja sama dari Pemkot menyangkut program tersebut.
Namun Andi mengaku sampai saat ini ia belum pernah berkomunikasi dengan pihak pemerintah dalam rangka membicarakan program tersebut.
“Saya sih menerima saja. Karena itu tanggung jawab kami yang membuka usaha di sini,” ucap Andi saat ditemui cermat di kantornya di Kelurahan Kampung Pisang, Ternate Tengah, Rabu (26/8).
Terlebih lagi, Andi mengatakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) memang mewajibkan mereka untuk mengembangkan siaran yang khusus menyiarkan tentang muatan lokal.
Ia bilang, jika rencana tersebut dijalankan, maka pihaknya berencana mengubah konten pada channel yang selama ini menyiarkan lagu-lagu daerah menjadi konten yang menyiarkan pembelajaran.
“Ya selama tidak merugikan, rasanya tidak apa-apa. Ini salah satu kontribusi saya selain pajak,” katanya.
Andi mengaku, perusahaan yang dipimpinnya itu telah menjangkau dari Kelurahan Kalumata, Ternate Selatan hingga Kelurahan Toboleu, Ternate Utara. Hingga saat ini jumlah pelanggan yang menggunakan jasa perusahaannya mencapai 3000an pelanggan.
