Bukan Sarjana? Ini 6 Profesi yang Cocok Buat Kamu

Membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan keuangan dengan Cermat dan Tepat! Temukan produk keuangan terbaikmu di Cermati.com.
Tulisan dari Cermati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cermati.com - Tak berlebihan rasanya jika setiap orang mendambakan kesejahteraan dan kenyamanan hidup. Demi masa depan yang gilang gemilang dan penuh kesuksesan yang cerah, banyak dari kita yang berupaya menuntut ilmu setinggi mungkin hingga ke bangku universitas.
Semua berlomba menjadi sarjana demi iming-iming lebih mudah mencari nafkah di kemudian hari dan mendapat gaji tinggi. Dengan demikian, otomatis kesejahteraan hidup pun akan lebih terjamin.
Namun, meskipun banyak suara mayoritas pada umumnya beranggapan bahwa modal berkarir adalah mutlak memerlukan gelar sarjana, pada kenyataannya justru membuktikan sebaliknya.
Beberapa orang malah mampu menepis anggapan tersebut dengan menjadi sukses tanpa gelar sarjana. Faktanya, ijazah Strata-1 bukanlah jalan satu-satunya untuk mendapatkan profesi dengan gaji tinggi sesuai harapan Anda.
Beberapa pihak berasumsi bahwa gelar sarjana dan pendidikan tinggi menjadi salah satu syarat wajib untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Mereka berpendapat, semakin tinggi pendidikan yang kita tempuh, maka semakin cemerlang juga profesi yang kelak akan kita dapatkan.
Pertanyaannya, apakah pendidikan tinggi merupakan jaminan mutlak bagi seseorang untuk mendapat penghasilan yang juga tinggi? Kenyataannya bisa kita lihat sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
Di satu sisi, ada banyak orang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Padahal mereka sudah memiliki gelar sarjana. Di sisi lain, ada yang hanya tamatan sekolah menengah atas, tapi berhasil mendapatkan bukan hanya profesi yang unik dan prestisius, tapi juga penghasilan yang berlimpah.
Selain itu, tak jarang juga kita temukan banyak CEO yang gelar sarjananya tak sesuai dengan bidang dimana mereka bekerja. Memang, idealnya, orang-orang bekerja sesuai dengan bidang studi mereka saat sekolah. Nyatanya, ada orang yang pekerjaannya justru sama sekali tidak berhubungan dengan bidang kuliah atau bekerja sebagai seorang freelancer.
Sebenarnya ini kabar baik. Tak hanya karyawan, para CEO pun, setidaknya di Amerika Serikat, ada yang bidang pekerjaannya sama sekali tidak bersentuhan dengan apa yang mereka pelajari di bangku kuliah.
Para CEO tersebut tidak hanya lulusan S-2, bahkan ada yang tidak lulus kuliah alias bukan sarjana. Mereka kuliah di program studi yang "nyeleneh" dan sekarang menjadi pemimpin perusahaan yang sukses.
Ambil contoh sekelumit kehidupan Michael Dell. Seperti kita ketahui, Michael Dell adalah CEO dan pendiri Dell, salah satu perusahaan komputer terkemuka di dunia. Ia berkuliah di University of Texas di Austin pada jurusan kedokteran. Tak seperti CEO lainnya yang setidaknya memiliki gelar sarjana, Dell tidak menyelesaikan kuliahnya. Ia bukan sarjana.
Dell yang berasal dari keluarga dokter justru malah memiliki naluri bisnis yang kuat. "Orang tua saya tidak senang saya tidak selesai kuliah. Saya mengambil jurusan biologi, tapi kemudian saya menggemari komputer, saya melihat peluang yang luar biasa di bisnis," kata Dell.
Lalu bagaimana jika Anda bukan sarjana, tapi ingin sukses berkarir? Pertama-tama, Anda perlu mengenali potensi diri sendiri. Potensi apakah yang Anda miliki dan mampu Anda 'jual'?
Berikut ini adalah ulasan beberapa profesi yang menjanjikan gaji tinggi nan menggiurkan yang mungkin cocok dan sesuai dengan kemampuan Anda dan tentunya, tanpa perlu menggunakan gelar sarjana. Yuk simak ulasannya, siapa tahu Anda juga memiliki kemampuan sebagai berikut:
Programmer
Profesi programmer saat ini menjadi salah satu karir dengan gaji tinggi yang semakin banyak diminati. Sejak beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak jurusan dan fakultas yang memberikan ilmu teknologi informasi.
Kendati begitu, profesi ini juga tidak menuntut gelar sarjana, dengan catatan, selama orang yang bersangkutan memiliki kemampuan yang mumpuni dan tentunya kegigihan serta semangat yang sangat luar biasa untuk belajar.
Anda bisa mempelajari dasar-dasar programming secara otodidak melalui berbagai sumber yang tersedia di Internet, mengikuti tutorial secara online ataupun bergabung dengan komunitas atau forum programmer untuk mendapatkan banyak ilmu secara cuma-cuma.
Graphic Designer
Punya hobi menggambar dan berkaya di bidang seni? mungkin Anda berpikir bekerja sebagai graphic designer memerlukan pendidikan formal di universitas lewat jurusan desain komunikasi visual. Pada kenyataannya, sebagai seorang desainer grafis yang terpenting adalah Anda mampu menghasilkan karya atau desain yang menarik.
Selain minat dan bakat di bidang desain, bila Anda tertarik untuk belajar menjadi seorang desainer grafis, sudah banyak buku-buku dan materi yang tersedia secara online yang bisa membantu Anda belajar. Mulai dari panduan penggunaan aplikasi desain sampai dengan tutorial cara menggambar dan pengetahuan lainnya seputar desain.
Bila Anda belajar secara teratur, kemampuan desain yang didapatkan tidak kalah lho dengan yang belajar secara formal.
Pramugari
Bagi Anda yang memiliki wajah cantik, menarik, berjiwa sosial tinggi, pintar berkomunikasi, dan fasih menggunakan bahasa inggris, sudah pernah coba mendaftarkan diri sebagai pramugari? Anda bisa mendaftarkan diri sebagai pramugari di berbagai maskapai penerbangan.
Pasalnya, profesi dengan gaji tinggi ini juga sangat banyak diminati oleh masyarakat. Anda tidak perlu memerlukan gelar sarjana untuk bekerja menjadi pramugari.
Benefit lainnya? Berpetualang ke berbagai negara dan bertemu dengan banyak orang tentu akan menambah kebahagiaan, selain memperluas wawasan dan menambah pengalaman.
Pekerja Perminyakan
Berminat bekerja di perusahaan perminyakan, tapi ijazah hanya SMA? Tak masalah. Ada bagian tertentu yang bisa diisi oleh tamatan SMA/SMK. Bahkan ada satu bagian yang tidak memerlukan ijazah sarjana.
Walaupun hanya lulusan SMA, tapi gaji yang bisa Anda dapatkan sangat fantastis dan konon bahkan bisa lebih besar dari lulusan sarjana di perusahaan lain. Hanya saja Anda harus siap bekerja di tempat-tempat yang jauh ya.
Sales/Marketing
Sudah menjadi rahasia umum bahwa profesi sales atau marketing bisa mendatangkan penghasilan yang luar biasa besar. Selain itu, tidak dibutuhkan gelar sarjana untuk menjadi sales. Anda hanya perlu menemukan celah dan menguasai seni menjual yang biasanya akan semakin tajam seiring dengan meningkatnya jam terbang dan pengalaman.
Kebanyakan, faktor untuk sukses di bidang marketing adalah kemampuan di luar akademik. Contohnya seperti cara berbicara dan cara promosi guna menarik konsumen untuk membeli.
Dengan hanya bermodalkan kemampuan tersebut, gaji yang akan diperoleh umumnya sangat menjanjikan. Jika Anda berhasil mencapai target penjualan, selain mendapatkan fee hasil penjualan tersebut, ada banyak bonus yang juga menanti Anda. Beberapa perusahaan tertentu bahkan memberikan bonus dalam bentuk akomodasi jalan-jalan ke luar negeri.
Dunia Seni Peran
Seni peran (acting) ini memang sudah sejak lama menjadi ladang penghasilan yang luar biasa besar. Dengan demikian, tak heran jika banyak sekali orang yang tergiur untuk berkecimpung terjun ke dunia peran dan hiburan.
Untuk seorang artis yang baru muncul di layar kaca saja, paling kecil gajinya berkisar 5 juta per eposide. Bagaimana jika artis tersebut sudah sangat terkenal? Bayarannya pun jadi semakin besar. Contoh nyata dalam industri perfilman tanah air adalah artis senior Meriam Bellina yang dapat diketahui dari profilnya.
Jadi pada kesimpulannya, pentingkah memiliki gelar sarjana? Jawabannya adalah iya apabila Anda ingin menempuh pendidikan secara formal dan jenis pekerjaan yang Anda inginkan memerlukan persyaratan ijazah dari perguruan tinggi.
Namun, untuk beberapa jenis pekerjaan seperti yang disebutkan di atas, lebih membutuhkan keterampilan dan pengalaman dibandingkan dengan ijazah. Bagi Anda yang ingin belajar secara otodidak masih banyak kesempatan karir lain yang bisa Anda dapatkan walaupun tidak memiliki gelar sarjana. Semoga Bermanfaat!
Baca juga:
Ikuti Juga:
