Konten dari Pengguna

Mitigasi Perkawinan Anak di SMPN 1 Dau Malang oleh Dosen dan Mahasiswa Kesmas UM

CHABIBAH ILMIYAH
Seorang mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat bidang Promosi Kesehatan yang memiliki ketertarikan pada penelitian, kegiatan pengabdian masyarakat, serta pengembangan media edukatif yang berdampak pada isu-isu kesehatan publik.
27 Mei 2025 16:13 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mitigasi Perkawinan Anak di SMPN 1 Dau Malang oleh Dosen dan Mahasiswa Kesmas UM
Artikel ini merupakan publikasi dari kegiatan pengabdian masyarakat berjudul Peningkatan Literasi Berbasis Media Digital Mitigasi Perkawinan Anak pada SMP Kabupaten Malang" oleh Departemen IKM UM.
CHABIBAH ILMIYAH
Tulisan dari CHABIBAH ILMIYAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMP N 1 Dau Kabupaten Malang
zoom-in-whitePerbesar
Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMP N 1 Dau Kabupaten Malang
ADVERTISEMENT
Dosen dan Mahasiswa Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat melaksanakan pengabdian kepada masyarakat pada siswa-siswi di SMPN 1 Dau sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian masyarakat dilaksanakan sebagai penerapan ilmu kesehatan masyarakat sebagai solusi dari permasalahan yang hadir di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
Perkawinan pada usia anak tidak sejalan dengan target Pembangunan Keberlanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), tepatnya pada target 5.3, “menghapuskan seluruh praktik berbahaya, seperti perkawinan anak, perkawinan dini, dan sunat perempuan”. Kegiatan pengabdian berjudul “Peningkatan Literasi Berbasis Media Digital Mitigasi Perkawinan Anak pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Malang” bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi terkait dengan perkawinan anak melalui media audiovisual (media animasi). Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi dapat memahami dampak negatif perkawinan anak, serta membentuk sikap yang lebih bijak dalam merencanakan masa depan.

Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pertemuan Pertama

Foto Bersama Setelah Melakukan Senam Pagi pada Pengabdian Pertama
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada hari Senin, 19 Mei dan 26 Mei 2025. Pada pertemuan pertama di hari Senin tanggal 19 Mei 2025, dimulai dengan melakukan senam bersama di pagi hari untuk memantik semangat para siswa.
Pemberian Sambutan sekaligus Pembukaan Kegiatan oleh Kepala Sekolah
Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Dau yang juga menambah semangat dan antusiasme dari seluruh peserta pengabdian. Selanjutnya, siswa-siswi diberikan kuesioner pre-test sebagai tes awal untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai pencegahan perkawinan anak.
Pengisian Pre-Test
Setelah pengisian pre-test selesai dilakukan, selanjutnya ditayangkan media digital dalam bentuk video animasi yang berjudul “Mimpi Besar, Masa Depan Cerah” sebagai media promosi kesehatan pencegahan perkawinan anak. Siswa-siswi serta guru pendamping menunjukkan antusiasme dan ketertarikan mereka terhadap media video animasi yang ditayangkan pada layar.
Penayangan Media Video Animasi Pencegahan Perkawinan Anak

Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pertemuan Kedua

ADVERTISEMENT
Pada pertemuan kedua, yaitu pada hari Senin, 26 Mei 2025 dilaksanakan pengisian kuesioner post-test untuk mengetahui bagaimana pengetahuan siswa-siswi peserta pengabdian mengenai pencegahan perkawinan anak setelah menerima video animasi pada pekan sebelumnya.
Penyerahan Media Video Animasi pada Pihak Sekolah
Sertifikat sebagai mitra pengabdian juga diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk terima kasih, serta diserahkan pula media video animasi dalam bentuk DVD-R agar media video dapat dimanfaatkan dan disebarluaskan dalam pembelajaran di sekolah terutama pada mata pelajaran Bimbingan dan Konseling. Kegiatan pengabdian masyarakat diakhiri dengan agenda cek kesehatan yang meliputi pengukuran berat badan dan lingkar perut. Sebagian besar siswa siswi memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang masih dalam kategori normal, namun ada beberapa yang masuk dalam kategori underweight dan overweight.
Pengukuran IMT Dasar dan Pemberian Souvenir Pengabdian
Pengabdian masyarakat ini mendapatkan tanggapan yang positif dari pihak Kepala Sekolah, Guru, maupun siswa-siswi yang terlibat sebagai peserta penelitian. Salah satu siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu mereka agar terhindar dari pernikahan anak karena menambah ilmu pengetahuan tentang pernikahan anak dan mengetahui bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan. Siswa lainnya menambahkan, “Kesan pesan saya dari kegiatan ini, kegiatannya menyenangkan dan seru, sih”.
Siswa-Siswi Peserta Pengabdian
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pencegahan perkawinan anak. Selain itu, diharapkan mereka dapat memahami dampak negatif dari perkawinan anak sehingga mampu bersikap lebih bijak dalam merencanakan masa depan mereka.
ADVERTISEMENT