QRIS Masuk China: Peluang Ekonomi Digital atau Tantangan Baru Indonesia?

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Santa Iin Olivia Siagian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Qris sebagai pembayaran digital Indonesia–China membawa peluang sekaligus tantangan baru.
Pada 30 April 2026, Indonesia resmi memperluas kerja sama ekonomi digital dengan China melalui implementasi QRIS lintas negara. Melalui kerja sama ini, masyarakat Indonesia kini dapat menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran di China, begitu pula wisatawan asal China yang dapat bertransaksi di Indonesia menggunakan sistem pembayaran digital yang telah terintegrasi.

Kebijakan ini tentu menjadi kabar baik, khususnya bagi masyarakat yang sering bepergian ke luar negeri, baik untuk kepentingan pendidikan, pekerjaan, maupun pariwisata. Di tengah perkembangan era digital yang semakin cepat, kemudahan transaksi lintas negara menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat global. Namun, di balik berbagai manfaat yang ditawarkan, kerja sama ini juga menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan secara serius oleh Indonesia. Oleh karena itu dalam tulisan kali ini, penulis akan mencoba menjelaskan mengenai manfaat sekaligus tantangan yang harus tetap diwaspadai di masa depan.
Manfaat Kerja Sama QRIS Indonesia–China
1. Efisiensi dan Kemudahan Transaksi
Salah satu manfaat paling nyata dari penggunaan QRIS di China adalah meningkatnya efisiensi transaksi. Sebelum kerja sama ini diterapkan, wisatawan atau pelajar Indonesia yang berada di China harus menukarkan uang tunai terlebih dahulu melalui money changer. Ketika uang tunai habis, mereka harus kembali mencari tempat penukaran uang, yang tentu memakan waktu dan tidak selalu mudah ditemukan.
Kini, dengan adanya QRIS lintas negara, masyarakat tak perlu repot dan cukup melakukan pemindaian kode QR melalui aplikasi pembayaran digital yang dimiliki. Proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan fleksibel tanpa harus membawa banyak uang tunai. Kehadiran sistem ini pada akhirnya mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna saat berada di luar negeri.
2. Mendorong Sektor Pariwisata
Kemudahan transaksi digital juga berpotensi meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu negara. Dalam banyak kasus, wisatawan tidak hanya mempertimbangkan destinasi wisata, tetapi juga akses dan kemudahan layanan yang tersedia selama perjalanan.
Kemampuan melakukan pembayaran secara langsung menggunakan QRIS dapat menjadi nilai tambah bagi Indonesia maupun China dalam menarik wisatawan. Ketika wisatawan merasa transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman, maka pengalaman perjalanan mereka juga akan menjadi lebih nyaman. Hal ini tentu dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sektor pariwisata kedua negara.
3. Membantu Pelaku UMKM
Kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penggunaan QRIS tidak membutuhkan perangkat yang rumit dan dapat diterapkan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari toko kecil hingga pedagang kaki lima.
Kemudahan pembayaran digital memungkinkan pelaku UMKM menerima transaksi secara lebih praktis tanpa harus menyediakan uang kembalian dalam jumlah besar. Selain itu, sistem pembayaran digital juga membantu pelaku usaha menjadi lebih terhubung dengan ekosistem ekonomi modern yang semakin berkembang.
4. Memperkuat Transformasi Ekonomi Digital
Kerja sama QRIS Indonesia–China menunjukkan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju penguatan ekonomi digital di tingkat regional maupun global. Setelah sebelumnya QRIS terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan, integrasi dengan China menjadi langkah strategis yang memperluas jangkauan sistem pembayaran digital Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai membangun posisi sebagai salah satu aktor penting dalam ekosistem pembayaran digital Asia.
Tantangan terhadap Kedaulatan Teknologi
Meski menawarkan banyak manfaat, implementasi QRIS lintas negara tetap perlu disikapi secara kritis. Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat juga membawa berbagai tantangan baru yang tidak dapat diabaikan.
1. Keamanan Data
Salah satu tantangan utama dalam sistem pembayaran digital adalah perlindungan data pengguna. Semakin luas konektivitas transaksi lintas negara, maka semakin besar pula risiko kebocoran atau penyalahgunaan data digital.
Pemerintah dan penyedia layanan pembayaran perlu memastikan bahwa sistem keamanan yang digunakan benar-benar mampu melindungi data masyarakat dari ancaman siber maupun penyalahgunaan pihak tertentu.
2. Kesiapan Regulasi
Kerja sama pembayaran lintas negara memerlukan regulasi yang kuat dan adaptif. Indonesia perlu memastikan bahwa aturan mengenai perlindungan konsumen, pengawasan transaksi, hingga mekanisme penyelesaian sengketa dapat berjalan secara efektif.
Tanpa regulasi yang matang, perkembangan teknologi justru dapat menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
3. Ketergantungan Teknologi
Di sisi lain, Indonesia juga perlu berhati-hati terhadap potensi ketergantungan teknologi asing. Kerja sama internasional memang penting dalam mendukung transformasi digital, tetapi Indonesia tetap harus memperkuat kapasitas teknologi nasional agar tidak hanya menjadi pengguna sistem dari negara lain.
Kemandirian teknologi menjadi hal penting agar Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam menghadapi persaingan ekonomi digital global di masa depan.
Kerja sama QRIS antara Indonesia dan China merupakan langkah maju dalam mendukung integrasi ekonomi digital kawasan Asia. Kehadiran sistem pembayaran lintas negara memberikan banyak manfaat, mulai dari efisiensi transaksi, peningkatan sektor pariwisata, hingga peluang bagi UMKM untuk berkembang dalam ekosistem digital.
Namun, di balik berbagai peluang tersebut, Indonesia tetap perlu memperhatikan aspek keamanan data, kesiapan regulasi, dan kemandirian teknologi nasional. Dengan begitu, transformasi digital yang sedang berlangsung tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga mampu menjaga kedaulatan ekonomi dan teknologi Indonesia di masa depan.
Referensi:
Bank Indonesia. (2026). QRIS dan sistem pembayaran digital Indonesia. Bank Indonesia. https://www.bi.go.id/en/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/default.aspx
CNBC Indonesia. (2026, April 22). Pengumuman! Warga RI bisa pakai QRIS di China mulai 30 April 2026. CNBC Indonesia.
